Peringatan Dini, 22 Kecamatan di Banyumas Berpotensi Longsor dan Bencana Tanah Bergerak

Peringatan Dini, 22 Kecamatan di Banyumas Berpotensi Longsor dan Bencana Tanah Bergerak

Kondisi jembatan Gantung penghubung Karangasem dan Karangtawang Banteran Kecamatan Wangon yang rusak parah yang dilanda bencana beberapa waktu lalu. -Foto Tangkapan Layar Republik Wangon Instagram -

 Radarbanyumas, Banyumas- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas kembali mengeluarkan peringatan dini potensi tanah bergerak di Banyumas pada bulan September ini. 

Dari peringatan dini potensi pergerakan tanah atau longsor itu, terdapat 22 Kecamatan yang berada pada zona menengah hingga tinggi potensi pergerakan tanah, yang diprakirakan terjadi pada bulan September ini. 

Sementara 4 Kecamatan lainnya berada pada zona menengah.

BACA JUGA:Dari Aksi Mahasiswa di Depan Kantor Bupati Banyumas, Sebut Rakyat Ditipu Jokowi, Tolak Kenaikkan Harga BBM

Budi Nugroho, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas mengatakan, prakiraan wilayah potensi terjadinya gerakan tanah itu disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.

"Menurut informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa daerah di Kabupaten Banyumas berada di zona engah hingga tinggi," katanya, Selasa (6/9). 

BACA JUGA:Honor Guru WB di Banyumas Tertunda Dua Bulan, Juli dan Agustus, Pakai Sistem Dibayar Setelah Bekerja

Zona menengah hingga tinggi potensi pergerakan tanah atau longsor itu terdiri dari 22 Kecamatan, yaitu :

1. Ajibarang

2. Banyumas

3. Baturraden

4. Cilongok

5. Gumelar 

BACA JUGA:Belum Ada Penyesuaian Tarif 'Kol Kota' di Purwokerto, Curhat Sopir: Hasil Narik Habis Untuk Beli Bensin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: