Pemilihan Ketua OSIS SMKN 1 Bawang Gunakan Aplikasi Berbasis Android

Pemilihan Ketua OSIS SMKN 1 Bawang Gunakan Aplikasi Berbasis Android

BANJARNEGARA – Pilkada Banjarnegara memang masih empat bulan lagi, namun suasana pesta demokrasi justru terasa di lingkungan sekolah seperti yang dilakukan di SMKN 1 Bawang, dalam rangka pemilihan Ketua OSIS, Kamis (6/10). Uniknya, dalam pemilihan ini pemilihan dilakukan dengan menggunakan aplikasi berbasis android yang bernama Cvote. inovasi-siswa-smkn-1-bawang-saat-menggunakan-hak-pilihnya-menggunakan-aplikasi-cvote-kamis-6-10 Menurut panitia pemilihan ketua osis sekaligus pembuat aplikasi, Cvote Agung Kurniawan Saputara, dengan menggunakan aplikasi Cvote, akan lebih efisian dalam segi waktu dan anggaran. Sebab, setalah menggunakan hak pilihnya, akan langsung diketahui hasilnya. “Kita tidak perlu waktu lama untuk menghitung hasil vote,” kata dia, kemarin. Agung menjelaskan, dengan menggunakan aplikasi ini diperkirakan cukup mengeluarakan dana Rp 7 juta per TPS. Jumlah tersebut dengan rincian, hand phone android sebanyak 4 buah dan satu lapotop. “Jadi jika empat android dihargai Rp 1 juta dan lapotop Rp 3 juta maka akan ketemua Rp 7 juta per TPS,” paparnya. Di sisi lain, dengan menggunakan applikasi yang pernah menjadi juara 2 nasional untuk bidang softwere ini, akan menekan double pemilih. Sebab, jika id yang telah digunakan untuk memilih tidak bisa digunakan lagi. Dalam hal ini, setiap siswa memiliki id dan password berbeda-beda. “Pencoblosannya dilakukan perkelas. Jadi ada 52 TPS untuk pelaksanaan pemilihan ketua osis dengan tiga pasangan calon ketua dan wakil ketua osis,” ujar Agung. Meski begitu, dia tak memungkiri jika dengan menggunakan aplikasi ini masih ditemukan kekurangan. Misalnya, gangguan signal, dan ancaman dari ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. “Yakni dengan cara menghacker data pemilih,” tambahnya. Kepala SMKN 1 Bawang, Purwanto, berharap aplikasi ini bisa dimanfaatkan untuk pemilihan di tempat lain, misalnya untuk pemilihan ketua dalam suatu organisasi. Bahkan dia tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan dalam ajang Pilkada. “Karena memang aplikasi ini tidak perlu anggaran banyak, juga lebih cepat dan meminimalisir kesalahan,” ujarnya. (uje)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: