Rumah Warga Pagentan Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Tungku Menyala
Kondisi rumah dan pemilik rumah yang mengalami syok saat mengetahui rumahnya terbakar.-PMI Banjarnegara untuk Radarmas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kebakaran hebat menghanguskan rumah milik Murja Semita Al Wahid (84), warga Dusun Sudadi, Desa Gumingsir, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, Kamis (16/10/2025) malam. Peristiwa ini diduga dipicu tungku api yang ditinggalkan dalam kondisi menyala.
Sekitar pukul 21.00 WIB, Murja diketahui sempat menyalakan tungku untuk memasak sebelum pergi ke rumah anaknya yang berjarak tidak jauh dari lokasi. Saat rumah dalam keadaan kosong, api dari tungku merambat ke dinding rumah dan dengan cepat membesar hingga membakar seluruh bangunan.
Kepala Satpol PP Banjarnegara Fajar Nidaul Syarifah melalui Kabid Damkar dan Penyelamatan, Freana Kusuma, mengatakan tim pemadam langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan dari warga.
“Begitu menerima laporan, kami langsung menuju lokasi bersama warga dan relawan. Api sudah menyebar ke seluruh bagian rumah, namun beruntung tidak ada korban jiwa karena pemilik rumah sedang tidak di tempat,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
BACA JUGA:Diduga Korsleting, Gudang Satpolairud Kebakaran
Freana menjelaskan, proses pemadaman berlangsung cukup lama karena api sudah melalap seluruh bagian bangunan.
“Pemadaman dan pendinginan baru selesai sekitar pukul 01.00 WIB. Kami juga melakukan lokalisir agar api tidak merambat ke rumah warga sekitar,” jelasnya.
Akibat kebakaran ini, tiga ekor kambing, satu unit sepeda motor, serta sejumlah barang berharga milik korban ikut ludes terbakar. Total kerugian ditaksir mencapai Rp30 juta.
Sementara itu, Murja mengalami syok pascakejadian. Kondisinya menurun dan mengalami demam serta batuk. Tim kesehatan PMI Banjarnegara langsung memberikan penanganan medis di lokasi.
“Warga bersama relawan kini membersihkan puing-puing sisa kebakaran. Bantuan permakanan darurat juga telah disiapkan oleh PMI, BPBD, dan Dinsos Banjarnegara,” tambah Freana.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dari peralatan masak tradisional yang menggunakan api terbuka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

