Lestarikan Tradisi, Grebeg Ribuan Ketupat Slamet di Binangun
Prosesi kirab lima gunungan yang terbuat dari ribuan ketupat slamet meriahkan rangkaian kirab Maulid Nabi Muhammad di Desa Binangun Kecamatan Banyumas, Sabtu (4/10) siang. -FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Grebeg lima gunungan yang terbuat dari ribuan ketupat slamet meriahkan rangkaian kirab Maulid Nabi Muhammad di Desa Binangun Kecamatan Banyumas, Sabtu (4/10) siang. Warga jalan kaki start dari SDN 1 Binangun hingga ke Lapangan Desa.
Ribuan ketupat slamet itu merupakan wujud bakti dan kecintaan seluruh warga Desa Binangun. Setiap rumah berpartisipasi membuat sepuluh ketupat. Sejak Jum'at (3/10) sore saling gotong royong memetik janur kuning, menganyam, lalu mengisi dengan beras kemudian merebus sampai sekira empat jam lamanya.
"Semua warga Desa Binangun membuat ketupat slamet demi suksesnya kirab Maulid Nabi Muhammad. Persiapan dari sore dan setelah magrib ketupat matang," tutur Dasiyem warga RT 3 RW 3 di lokasi.
Sementara itu, malam harinya di SDN 1 Binangun kerja bakti membuat dan merias gunungan setinggi tiga meter. Empat gunungan mewakili empat dusun dan satu lagi disebut Gunung Lurah.
BACA JUGA:Memetri Bumi, Tradisi Pertanda Memasuki Musim Tanam di Prembun
Selanjutnya kekompakan warga terlihat di waktu pagi hari H penyelenggaraan acara bertajuk Merajut Ukhuwah, Melestarikan Tradisi, Menggapai Berkah Maulid Nabi ini. Mereka bahu-membahu menyusun ribuan ketupat slamet di lima gunungan.
"Ada sebanyak 12 ribu ketupat slamet. Estimasi beras untuk membuat ketupat kalau ditotal diperkirakan kurang lebih 250 kilogram," rinci Panitia Seksi Penggalangan Dana dan Persiapan Acara Pujiono.
Terpisah, warga di Lapangan Desa Binangun tidak kalah sibuk. Mereka mempersiapkan stand dan mengisi dengan beraneka ragam produk unggulan desa. Acara diantaranya dihadiri kepala desa di wilayah Kecamatan Banyumas, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Banyumas dan Pemerintah Kabupaten Banyumas dan pihak terkait lainnya.
Kepala Desa Binangun Sadam menyampaikan grebeg ketupat slamet merupakan momen untuk merangkul semua elemen. Duduk bersama hingga mencapai satu kesepakatan untuk menjaga tradisi sesuai dengan nilai budaya dan adat istiadat.
"Mari lestarikan budaya dan adat tradisi tinggalan atau warisan nenek moyang. Sehingga, kita tidak lepas dari jati diri sebagai warga masyarakat Desa Binangun," pesan Sadam.
BACA JUGA:Tradisi Lempar Batu ‘Dempa Dempo’ Masih Hidup di Banyumas
Lima gunungan ketupat slamet adalah simbol kemakmuran di Desa Binangun. Gunung Lurah di kelilingi oleh empat gunung atau wilayah gerumbul yang masing-masing memiliki ciri khas penghasil produk unggulan.
Grebeg gunungan ketupat slamet ditutup dengan do'a. Lalu, sesi yang dinanti yaitu satu gunung untuk rebutan warga setempat dan masyarakat dari luar desa yang datang ke Lapangan Desa Binangun. Sedangkan empat gunungan ketupat untuk makan bersama. Panitia menyediakan wadah berupa pincuk daun lengkap dengan lauk ayam suwir dan kuah santan berisi sayuran. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

