Banner v.2

Pemkab Kebumen Ajak Guru Cari Solusi Entaskan Kemiskinan

Pemkab Kebumen Ajak Guru Cari Solusi Entaskan Kemiskinan

Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat menghadiri dialog Pendidikan bertajuk Membangun Sinergi untuk Pendidikan yang Berkualitas di Kabupaten Kebumen di Pendopo Kabumian, Selasa (5/8/2025).--

KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten Kebumen menegaskan pentingnya pendidikan sebagai jalan utama untuk mengentaskan kemiskinan yang masih membelit wilayah tersebut. Hal ini disampaikan dalam Dialog Pendidikan bertajuk Membangun Sinergi untuk Pendidikan yang Berkualitas di Kabupaten Kebumen yang digelar di Pendopo Kabumian, Selasa (5/8/2025).

Hadir dalam rapat itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Wakil Ketua I DPD RI sekaligus Ketua PGRI Jawa Tengah Dr. H. Muhdi, SH., M.Hum., Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, serta Ketua PGRI Kebumen Dr. Agus Sunaryo, M.Pd, Sekda Kebumen Edi Rianto, dan sejumlah kepala dinas terkait, kepala sekolah, pengawas, hingga tenaga kependidikan se Kabupaten Kebumen.

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani dalam sambutannya menyoroti bahwa pendidikan adalah kunci masa depan Kebumen. Menurutnya, pendidikan bukan hanya melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu menjawab tantangan zaman.

"Ilmu pengetahuan tanpa akhlak ibarat kapal tanpa kompas. Kita banyak melihat persoalan bangsa yang timbul bukan karena kurangnya kecerdasan, tetapi karena rapuhnya moral dan lemahnya integritas," tegas Bupati Lilis.

Ia berpesan agar anak-anak tidak hanya dibekali penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong royong, dan rasa cinta tanah air.

Senada, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, menyebut bahwa predikat kabupaten termiskin yang disandang Kebumen menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan.

Ia memaparkan tiga aspek penting dalam pendidikan berkualitas, yaitu pemerataan, kualitas, dan relevansi.

Dokter Reza juga mengungkapkan data bahwa angka pengangguran tertinggi di Jawa Tengah saat ini didominasi oleh lulusan sarjana, menyusul lulusan SMA dan SMK di tahun-tahun sebelumnya.

"Fenomena ini harus disadari, bahwa ijazah tidak selalu menjamin kompetensi," jelasnya.

Ia berharap PGRI dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan dan menyediakan pendidikan berkualitas di Kebumen untuk menyambut Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, menegaskan bahwa kata kunci untuk mengatasi kemiskinan di Kebumen ada pada pendidikan.

Menurutnya, menyambut era Society 5.0 kuncinya adalah tingkat pendidikan yang tinggi, bukan hanya cerdas secara intelektual dan emosional, melainkan juga spiritual.

"Orang cerdas belum tentu sukses. Orang sukses memiliki banyak kecerdasan emosional. Tapi orang sukses bisa berbahaya karena dia selalu berpikir untuk kepentingan dirinya," terang Muhdi.

Oleh karena itu, Muhdi sepakat dengan Bupati Lilis bahwa fokus pendidikan masa depan harus pada penguatan karakter, moral, dan keteladanan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: