Banjarnegara Dorong Koperasi Desa Terkoneksi dengan BUMN dan BUMD
Kontak bisnis bagi koperasi desa/kelurahan merah putih Kabupaten Banjarnegara.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pemerintah pusat menargetkan terbentuknya Koperasi Merah Putih di setiap desa dan kelurahan. Di Banjarnegara, sebanyak 278 pengurus koperasi dikumpulkan dalam agenda kontak bisnis untuk dipertemukan langsung dengan mitra usaha besar, termasuk BUMN dan BUMD.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sasana Abdi Praja Setda Banjarnegara itu menjadi respons atas Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih.
Sekretaris Daerah Banjarnegara, Indarto, menegaskan bahwa acara ini bukan hanya pertemuan seremonial, melainkan momen strategis untuk mempercepat operasional koperasi yang selama ini baru ada di atas kertas.
“Dengan adanya kontak bisnis ini, yang menghadirkan para pimpinan BUMN, BUMD, serta perbankan, pertanyaan dari para pengurus koperasi diharapkan dapat terjawab,” ujar Indarto, Sabtu (6/7/2025).
BACA JUGA:239 Koperasi Merah Putih di Purbalingga Akhirnya Resmi Terbentuk
Ia menambahkan, Pemkab Banjarnegara sudah membentuk satuan tugas untuk mempercepat musyawarah desa khusus, yang menjadi tahap awal berdirinya koperasi di tiap wilayah.
“Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini diarahkan menjadi motor penggerak ekonomi desa, sekaligus bagian dari strategi ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar pengurus koperasi tak hanya berhenti pada tataran formalitas. Menurutnya, setiap koperasi harus mampu menggali potensi lokal dan menjadikannya sebagai usaha produktif yang nyata.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop UKM Banjarnegara, Adi Cahyono, menekankan bahwa acara ini merupakan mandat langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjembatani koperasi dengan pihak penyedia kebutuhan masyarakat.
“Jawa Tengah memang diwajibkan menyelenggarakan kontak bisnis ini, agar pengurus koperasi bisa langsung terhubung dengan distributor dan penyedia dari BUMN maupun BUMD,” kata Adi.
Bagi koperasi yang masih mengalami kendala, Adi meminta mereka untuk tidak ragu berkonsultasi. “Kalau ada kesulitan atau belum paham, silakan langsung hubungi kami. Kami siap mendampingi agar mereka tidak jalan sendiri,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

