Pekerja Migran Indonesia Jadi Korban Pembunuhan di Hong Kong, Keluarga Berharap Jenazah Segera dipulangkan

Keluarga Mevi Novitasari saat menunjukkan foto kenangan korban bersama keluarga.-Julius Purnomo/Radar Banyumas-
CILACAP, RADAR BANYUMAS.CO.ID - Pekerja Migran Indonesia (PMI), Mevi Novita Sari asal Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, menjadi korban pembunuhan di Hongkong.
Adik korban, Budi Haryanto saat dihubungi Radarmas mengaku, pihak keluarga menginginkan agar jenazah korban dapat segera dibawa pulang ke kampung halaman.
"Harapan kami, kakak saya segera dipulangkan, kasusnya segera selesai, dan pelaku bisa mendapatkan hukuman yang setimpal,” katanya, Selasa (19/11).
Lebih lanjut Budi mengatakan, keluarga pertama kali mendapatkan kabar tersebut dari agen. Awalnya pihak keluarga tidak mempercayai kabar tersebut.
BACA JUGA:Rayakan HUT Ke-79 RI, PMI di Hongkong Kibarkan Bendera Merah Putih Sepanjang 50 Meter
BACA JUGA:Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia dengan Luka Tusukan, Pelaku Pembunuhan Anak Tiri Korban
Namun, selang beberapa hari, dia juga mendapat kabar tersebut dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong.
"Setelah kami mendapat kabar dari agen, kami dapet kabar juga dari temen-temen yang di sana (Hong Kong), ngasih tahu kalau kakak saya meninggal. Dan beberapa hari kemudian dari KJRI Hong Kong juga menghubungi kami, bilang juga kalau kakak saya meninggal," jelas Budi.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap (Disnakerin) Kabupaten Cilacap melalui Kepala Bidang Penempatan Pelatihan Produktivitas dan Transmigrasi, Endah Sadyorini membenarkan adanya berita tersebut.
“Korban memang asli orang Cilacap. Pada saat pengiriman sebagai PMI, pertama kali memang melalui Disnakerin Kabupaten Cilacap tahun 2021, namun sudah selesai kontrak dan tidak ada masalah," ungkapnya.
BACA JUGA:Terdakwa Kasus Pembunuhan di Cipaku Dituntut 14 Tahun Penjara
BACA JUGA:Dipicu Masalah Tatto, Begini Kronologi Pembunuhan di Kaliori
Usai mendapai kabar tersebut, Disnakerin Kabupaten Cilacap berupaya menggali informasi dan mengecek pemberangkatan korban.
"Tahun 2023, ternyata korban berangkat lagi sebagai PMI ke Hong Kong namun sudah tidak melalui kami, melainkan melalui Disnakerin Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan pengirimannya melalui B4MI Tangerang," Jelas Endah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: