Sejumlah Kendala Masih Dialami Petani Saat Menanaam Padi Organik

Sejumlah Kendala Masih Dialami Petani Saat Menanaam Padi Organik

Buruh panen di wilayah Kecamatan Sumpiuh membawa gabah panen ke rumah pemilik sawah, Rabu (27/3/2024).-Fijri Rahmawati/Radar Banyumas-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Gabungan Petani Organik Sumpiuh Kelurahan Sumpiuh, Kecamatan  Sumpiuh di musim tanam penghujan ini, sudah mengaplikasikan seratus persen perlakuan organik pada tanaman padi. Nol penggunaan bahan kimia.

Ketua Gabungan Petani Organik Sumpiuh, Herman, mengaku senang dan tenang dengan capaian tersebut. Sebab, telah mampu memproduksi padi organik. Setelah melalui proses panjang secara bertahap meninggalkan kimia.

"Alhamdulillah, sekarang sudah full organik dan hasil panen naik dari musim tanam sebelumnya," ujar Herman, Rabu (27/3/2024).

Herman mencatat produktivitas hasil panen padi organik rata-rata naik di kisaran antara 1,8 kuintal. Hal tersebut menjadi pemicu semangat petani untuk terus menekuni tanam padi perlakuan organik.

BACA JUGA:Kelompok Tani Padi Organik di Sumpiuh Kejar Sertifikat Organik, Terkendala Kurang Anggota

BACA JUGA:Pengembangan Padi Organik Diperluas

Namun demikian, disebut Herman masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi oleh Gabungan Petani Organik Sumpiuh. Antara lain rumput cepat tumbuh subur. Hama juga relatif sama dengan tanaman padi sistem konvensional.

"Karena tanah gembur, tanaman padi mudah rebah. Semua kendala itu harus segera diatasi," jelas Herman.

Kendala tersebut sedikit banyak berpengaruh pada produktivitas hasil panen padi organik. Sehingga, Gabungan Petani Organik Sumpiuh terus berupaya untuk mengurangi resiko dari kendala yang muncul.

Gabungan Petani Organik Sumpiuh sedang membangun produk unggulan Kelurahan Sumpiuh dari potensi padi organik. Selain sehat, nilai ekonomis beras organik lebih tinggi dibandingkan perlakuan kimia. (fij)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: