Banner v.2

Perbaikan IPAL SPPG Rejasari I Belum Optimal

Perbaikan IPAL SPPG Rejasari I Belum Optimal

Tim pemantauan/peninjauan lapangan sekretariat dukungan kabinet Kemensesneg RI didampingi OPD teknis mengecek IPAL SPPG Rejasari I, Kamis (16/10).-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Hari ini, Kamis (16/10), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Rejasari I dicek oleh tim pemantauan/peninjauan lapangan sekretariat dukungan kabinet Kemensesneg RI.

Pantauan Radarmas, tim yang dipimpin Analis Kebijakan Ahli Muda pada Asisten Deputi Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Deputi Politik, Hukum, Keamanan dan HAM mengecek sarana prasarana dapur termasuk IPAL hingga pendistribusian MBG ke SD Muhammadiyah Pasir Kidul, SD Negeri Pasir Kidul 1 dan SMP Negeri 4 Purwokerto.

Analis Kebijakan Ahli Muda pada Asisten Deputi Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Deputi Politik, Hukum, Keamanan dan HAM, Benedicta Trixie Ariestanti mengatakan kejadian dugaan pencemaran sumur warga di sekitar SPPG Rejasari I menjadi biasanya tidak ada kasus yang mencuat seperti di SPPG Rejasari I. Karena baru ada terjadi, dugaan pencemaran sumur warga di sekitar SPPG Rejasari I jadi perhatian.

"Terakhir ada rapat terbatas para Menteri yang terkait dengan program MBG.Dapur sampai distribusi MBG di SPPG agar dapat dilihat dan dimonitor," katanya.

BACA JUGA:Anggaran MBG SPPG Purwokerto Wetan Macet

Benedicta menjelaskan hasil pengecekan tim bisa menjadi rekomendasi kepada Mensesneg terkait tata kelola program MBG. Apapun yang terjadi di sebagian SPPG menjadi sebuah pembelajaran.

"Jadi kami akan terus memantau dan memonitor. Apakah ada hal yang perlu diperharui. Itu menjadi bagian rekomendasi pada Menteri," terang dia.

Tim Kerja Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan Banyumas, Imam Subagyo menilai perbaikan IPAL SPPG Rejasari I yang diduga sebagai penyebab pencemaran air sumur warga disekitarnya baginya belum optimal. Ada tiga fase yang dilalui sebelum limbah dari dapur SPPG Rejasari I dapat dikatakan aman mengalir ke drainase yaitu fase anaerob, aerob kemudian ke bio ball. Pada setiap fase terjadi proses filterisasi.

"Untuk saya yang dilakukan baru sebatas pemfilteran lemak. Ke depan terus ada perbaikan dengan melibatkan OPD teknis," pungkasnya. (yda)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: