Anggaran MBG SPPG Purwokerto Wetan Macet
SPPG Purwokerto Wetan hari ini, Rabu (15/10) tutup karena macetnya anggaran dari pusat.-YUDHA IMAN/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Putus sambungnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat ditentukan dari kekuatan finansial masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Terbaru, anggaran yang macet dari pusat kepada SPPG Purwokerto Wetan menyebabkan program MBG ke sepuluh sekolah dan madrasah off sementara mulai Rabu (15/10).
Kepala SPPG Purwokerto Wetan, Rifa Alfazri mengatakan di awal dapurnya melayani program MBG ke enam sekolah. Dengan semakin luasnya jaungkauan program, saat ini total ada sepuluh sekolah dan madrasah yang menerima manfaat MBG dari SPPG Purwokerto termasuk sasaran bayi di bawah lima tahun atau Baduta.
"Total penerima manfaat yang dapur kami layani sekitar 3.800 anak," katanya pada Radarmas, Rabu (15/10).
BACA JUGA:Penyebab Pencemaran Air Sumur Sekitar SPPG Rejasari I Belum Pasti
Rifa membenarkan untuk layanan program MBG kesepuluh sekolah dan madrasah serta Baduta mulai hari ini, Rabi (15/10) off sementara. Belum jelas kapan penerima manfaat MBG bisa mendapat layanan kembali. Faktor finansial dimana SPPG Purwokerto Wetan sudah kehabisan dana untuk memasak dan operasional menjadi sebab utama.
"Kebutuhan anggaran yang seharusnya setiap sepuluh hari turun sampai saat ini belum turun. Dana SPPG terbatas," terang dia.
Disinggung upaya SPPG Purwokerto Wetan menjaga agar pelayanan program MBG tetap berjalan sudah dilakukan dengan tetap menyalurkan MBG kepada penerima manfaat pada Senin (13/10) dan Selasa (14/10) berharap anggaran sudah turun di awal pekan ini.
"Normalnya Jumat (10/10) pekan lalu anggaran sudah turun. Dapur sudah berupaya dua hari tetapi belum turun juga sehingga terpaksa mulai Rabu (15/10) sementara tidak ada MBG," pungkas Rifa. (yda)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

