Chelsea 4-4 Ajax-Drama The Bridge
GOL: Gawang Chelsea kebobolan saat bertemu Ajax di matchday keempat Liga Champions.ISTIMEWA
LONDON — Stamford Bridge menyajikan tontonan menghibur saat Chelsea menjamu Ajax di matchday keempat Liga Champions. Tak hanya banjir gol, laga itu juga penuh drama.
“HARI ini adalah hari yang gila.” Itulah yang dikatakan Manajer Chelsea, Frank Lampard pasca pertandingan untuk menggambarkan laga keempat Grup H antara tim asuhannya dengan Ajax di The Bridge, kemarin.
Komentar Lampard jelas tidak berlebihan. Sepanjang 90 menit, kedua klub mencetak masing-masing empat gol. Selain itu, ada dua kartu merah, dua gol bunuh diri, dan dua penalti. Sesuatu yang jarang terjadi dalam sepak bola.
Drama di The Bridge dimulai ketika pertandingan baru berjalan 1 menit 47 detik. Bomber tuan rumah, Tammy Abraham yang bermaksud menghalau bola hasil tendangan bebas malah menjebol gawang sendiri.
Chelsea yang tertinggal 1-0 di Amsterdam merespons cepat. Pada menit ke-5, mereka menyamakan kedudukan lewat penalti Jorginho. Wasit Gianluca Rocchi menunjuk titik putih setelah Joel Veltman melanggar Christian Pulisic di kotak terlarang.
Pada menit ke-20, publik The Bridge kembali terhenyak saat Quincy Promes menaklukkan Kepa Arrizabalaga lewat tandukan. Ajax kemudian menutup paruh pertama dengan keunggulan 3-1 setelah Kepa juga melakukan gol bunuh diri di menit ke-35.
Kembali dari ruang ganti, Chelsea langsung mengepung pertahanan Ajax. Namun justru, Ajax yang bisa mencuri gol keempat lewat Donny van de Beek di menit ke-55.
Chelsea tak menyerah. Pada menit ke-63, mereka bisa memperkecil ketertinggalan melalui kapten tim, Cesar Azpilicueta. Lima menit berselang, Ajax kehilangan dua pemain sekaligus setelah Daley Blind dan Joel Veltman mendapat kartu kuning kedua.
Blind diusir wasit akibat dua pelanggaran beruntun. Sementara Veltman dikartu merah akibat handball di kotak terlarang yang berujung penalti. Jorginho yang kembali menjadi algojo dengan mudah menaklukkan Onana untuk mengubah skor menjadi 4-3 di menit ke-71.
Unggul dua pemain, Chelsea hanya butuh tiga menit untuk menyamakan kedudukan. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, pemain pengganti, Reece James mampu menggetarkan jala gawang Andre Onana lewat tendangan keras dari dalam kotak penalti.
Drama berlanjut di menit ke-78 saat Cesar Azpilicueta mencetak gol keduanya dan membalikkan keadaan menjadi 4-4. Pemain Chelsea merayakan gol itu dengan begitu emosional. Sayang, Video Asisten Wasit (VAR) menganulirnya karena bola ternyata sempat mengenai tangan Abraham sebelum. Skor 4-4 pun menjadi hasil akhir.
“Saya tidak bisa menjelaskan pertandingan ini. Hari ini adalah hari yang gila. Kami di sini untuk memberi hiburan. Tontonan yang luar biasa. Beberapa kali kami kebobolan karena kecerobohan dan nasib buruk. Kami agak kecewa tidak memenangkan sepuluh menit terakhir,” kata Lampard di situs resmi UEFA.
Dengan hasil seri 4-4 ini, persaingan Grup H menjadi sangat ketat karena Chelsea, Ajax, dan Valencia sama-sama mengoleksi tujuh angka. “Ini sulit, grup ini akan selalu ketat. Kami memiliki dua pertandingan tersisa dan harus fokus. Valencia away dan Lille di sini,” ujar Lampard.
Pelatih Ajax, Erik Ten Hag sedikit kecewa dengan kegagalan timnya membalas kekalahan setelah sempat unggul 4-1. “Saya merasa kami pantas mendapatkan empat poin dari pertandingan melawan Chelsea. Kami bermain luar biasa malam ini,” tegas Ten Hag.
Terkait peluang lolos ke fase knockout, Ten Hag memastikan timnya siap bertarung. “Kami memiliki dua pertandingan lagi; kami harus berusaha dan tetap di Liga Champions setelah musim dingin,” ujarnya. (amr/*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

