Banner v.2

Nadal Raja Tanah Liat

Nadal Raja Tanah Liat

PARIS- Petenis Spanyol yang juga juara bertahan, RafaelNadalmeraih gelar Grand Slam Prancis Terbuka ke-12 dalam kariernya. Di final, Nadal sukses mengatasi usaha keras Dominic Thiem sebelum memetik kemenangan 6-3, 5-7, 6-1, 6-1. Gelar ini makin menegaskan bahwa Nadal adalah raja tanah liat yang tak tergantikan. Ini adalah yang ke-12 kalinya Nadal mengangkat La Coupe des Mousquetaires alias Piala Musketeers. Mungkin, jika nantinya Nadal pensiun, trofi tersebut bisa saja akan berganti menjadi namanya. Hebatnya, Nadal telah melampaui rekor 11 kemenangan Margaret Court yang berusia 46 tahun di Australia Terbuka. Rekor ini cukup lama bertahan sebagai tolok ukur bagi sebagian besar gelar tunggal, pria atau wanita, yang memenangi turnamen Grand Slam yang sama. "Ini hasil yang luar biasa. Ini mimpi untuk memenangkan 12 gelar. Ini sangat istimewa. Saya merasa kasihan pada Dominic. Ia bermain sangat baik. Banyak ucapan selamat kepadanya," kata Nadal dilansir atptour.com. Untuk kali kedua secara beruntun, Nadal dan Thiem bertemu di final Prancis Terbuka. Dan Nadal memenangkan final musim lalu dengan tiga set langsung. Sebenarnya, di final kali ini Thiem membawa momentum untuk mengalahkan Nadal. Ini tak lepas dari sukses Thiem mengalahkan Nadal diBarcelona Terbukadengan dua set langsung. Duel seru Nadal melawan Thiem. Saat itu Thiem bertahan habis-habisan pada 2 jam pertama, bahkan merebut satu set dari empat pertemuan melawan Nadal di Roland Garros. Pukulan-pukulan memukau diperlihatkan kedua petenis yang menyudutkan masing-masing hingga ke batas kemampuan mereka. Tetapi seiring dengan berjalannya pertandingan, Nadal menemukan permainan terbaiknya dan Thiem tidak mampu mengimbangi level permainannya. Dengan gelar tersebut, Nadal kini semakin memperkecil jarak dengan RogerFederersebagai petenis dengan gelar Grand Slam terbanyak di open era. Nadal saat ini mengantongi 18 gelar Grand Slam, terpaut dua gelar dengan Federer yang telah mengoleksi 20 gelar Grand Slam. Berada pada saat ini dalam karier saya dan mendapatkan kemenangan lainnya, tentunya menjadi kepuasan dan kegembiraan yang luar biasa, aku Nadal. Belum pernah ada petenis yang memenangkan 12 gelar nomor tunggal dari satu turnamen yang sama. Nadal menjadi petenis pertama yang mencapai prestasi tersebut di open era dan semakin mengukuhkan dominasinya di Roland Garros dengan catatan kemenangan-kekalahan 93-2. Dengan kemenangan ini, Nadal unggul atas Thiem dengan 9-4, dengan 12 dari 13 pertemuan keduanya terjadi di clay-court. Selain trofi Prancis Terbuka, petenis peringkat 2 dunia, Nadal mendapatkan 2.000 poin dan hadiah uang senilai 2,3 juta Euro. Di bagian putri, setelah menjuarai Grand Slam Prancis Terbuka 2019, Ashleigh Barty kini memburu peringkat 1 dunia. Sebelum membawa pulang trofi Prancis Terbuka, Barty yang kini berusia 23 tahun mengalahkan petenis muda Ceko, Marketa Vondrousova dengan 6-1, 6-3 di partai puncak. Atas kemenangan tersebut, Barty berhak menghuni peringkat 2 dunia dengan hanya terpaut 136 poin dari petenis peringkat 1 dunia,Naomi Osaka. Menjadi petenis peringkat 2 dunia adalah hal yang menakjubkan. Hal itu adalah sesuatu yang belum pernah saya impikan ketika masih anak-anak, ungkap petenis berkebangsaan Australia itu. (wsa/fin)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: