Kesempatan Kejar Lifter Tiongkok
JAKARTA - Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior bakal bergulir mulai Sabtu nanti (1/6). Tim Indonesia yang terdiri atas tujuh lifter sudah bertolak ke Suva, Fiji, tempat event itu digelar, kemarin (29/5). Windy Cantika Aisah dkk sengaja diberangkatkan lebih awal agar bisa segera beradaptasi dengan kondisi di sana.
Negeri kepulauan yang berlokasi di Pasifik Selatan itu punya suhu rata-rata 27 hingga 28 derajat celsius di siang hari. Tak jauh beda dengan Indonesia. Tapi, kelembapan udaranya lebih tinggi. Lebih gampang bikin gerah. Kemarin, bersamaan dengan Indonesia, sudah ada tim Denmark yang tiba lebih dulu.
Kejuaraan ini merupakan momen perdana para lifter bertanding di kelas angkatan yang baru. Tetapi hal itu tidak membuat PABBSI melonggarkan target. Mereka tetap diharapkan membukukan angkatan terbaik. ''Tidak perlu ada prestasi yang spektakuler. Tapi mereka harus bisa ambil poin supaya masuk kuota Olimpiade Tokyo 2020,'' jelas Dirdja.
Untuk bisa lolos ke multievent paling prestisius di dunia itu, lifter harus berada dalam posisi delapan besar dunia per 30 April 2020. Saat ini, Windy Cantika Aisah, yang diproyeksikan lolos ke Tokyo, masih di peringkat 40. Poinnya 697,6897. Sedangkan posisi teratas masih diduduki lifter Tiongkok Hou Zhihui dengan 2.385,2092.
Nah, kejuaraan dunia yang berkategori gold ini jadi kans terbaik Cantika untuk mengejar poin para seniornya tersebut. Jika merebut emas, dia bisa mendapatkan tambahan poin sebanyak 1.192,60462. Tapi, jika tidak pun, Cantika bisa mencari batas aman. Yakni mencatat angkatan total 180 kg.
Dalam IWF World Cup April lalu, Cantika sukses membukukan angkatan total 177 kg. Dia memecahkan rekor dunia remaja dengan catatan tersebut. Dirdja optimistis, lifter 16 tahun itu bisa memenuhi target 180 kg. ''Dia ini punya prospek untuk menggantikan Sri Wahyuni (bertanding di Olimpiade, red),'' puji Dirdja.
Selain Cantika, skuad Indonesia diisi oleh Rizka Nur Amanda (kelas 45 kg), Yulfira Melsandi (kelas 59 kg), dan Juliana Klarissa (kelas 59 kg). Plus lifter putra M. Yasin (kelas 67 kg), M. Fathir (kelas 61 kg), serta Rahmat Erwin Abdullah (kelas 73 kg). ''Lifter putra juga diharapkan bisa memperoleh hasil yang baik. Mereka juga sudah masuk peringkat untuk kualifikasi Olimpiade,'' jelas Dirdja. (feb/ful)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

