Banner v.2

Cara Hemat ala Orang Jepang dengan Gaya Hidup Minimalis

Cara Hemat ala Orang Jepang dengan Gaya Hidup Minimalis

Cara Hemat ala Orang Jepang dengan Gaya Hidup Minimalis-Freepik-

2. Pemilihan Barang yang Teliti

Setelah menyusun anggaran pengeluaran, penting untuk melakukan pemilihan barang dengan cermat. Gaya hidup minimalis cenderung membeli barang-barang yang benar-benar diperlukan. Hal ini termasuk pembelian pakaian yang sebaiknya dibatasi, misalnya, satu baju per bulan.

Anda dapat mengalokasikan pendapatan untuk membeli barang-barang primer yang memang diperlukan dan mengurangi pembelian barang sekunder. Pengeluaran untuk barang koleksi atau CD dapat diminimalkan. Selain memberikan kelegaan pada ruang penyimpanan di rumah, uang yang didapat dari penjualan barang tak terpakai dapat ditambahkan ke tabungan.

3. Manajemen Cicilan yang Tertata

Dengan mengikuti gaya hidup minimalis, Anda mendapatkan manfaat ekonomis berupa pengelolaan yang tidak boros. Pola hidup ini memungkinkan Anda untuk membatasi besar cicilan utang hingga maksimal 30% dari pendapatan. 

Hal ini dapat menghindarkan Anda dari pembayaran cicilan untuk barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan, seperti membeli mobil yang tidak terlalu dibutuhkan. Seperti halnya kebijakan hemat ala orang Jepang yang lebih memilih transportasi umum atau sepeda daripada membeli mobil.

BACA JUGA:5 Manfaat Dana Darurat untuk Keuangan Anda, Jangan Anggap Sepele!

BACA JUGA:Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Baik

Agar pembayaran cicilan lebih terstruktur, Anda dapat mempertimbangkan barang apa yang sebaiknya dibeli dengan skema cicilan. Mengingat tidak semua barang memerlukan pembayaran cicilan, pembelian secara tunai bisa menjadi alternatif yang lebih baik. Pembayaran tunai tidak hanya menghindarkan Anda dari membayar bunga cicilan yang signifikan.

4. Peluang Berinvestasi yang Lebih Besar

Keberadaan tabungan memberikan Anda peluang lebih besar untuk berbisnis atau berinvestasi. Dana yang cukup dari penyisihan pendapatan dapat digunakan untuk berinvestasi di pasar keuangan, seperti reksadana, saham, deposito, atau emas.

Tabungan tersebut dapat menjadi landasan keuangan yang kokoh untuk memenuhi kebutuhan di masa tua. Banyak jenis investasi yang memberikan imbal hasil sekitar 15-20% per tahun, jauh lebih menguntungkan dibandingkan menyimpan uang di deposito dengan tingkat bunga sekitar 6% per tahun.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: