Banner v.2

Beginilah Sejarah Karesidenan Banyumas

Beginilah Sejarah Karesidenan Banyumas

Beginilah Sejarah Karesidenan Banyumas-Weblog Sejarah Lokal Banyumas -

RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Karesidenan Banyumas telah meninggalkan jejak yang penting dalam sejarah Indonesia, meskipun kini tidak lagi berdiri sebagai entitas administratif. Bersatunya Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara menjadi suatu peristiwa yang memperlihatkan transisi penting di masa lalu.

Dahulu dikenal sebagai Mancanegara Kulon, wilayah ini merupakan bagian yang signifikan dari Kesultanan Demak, yang meliputi Bagelen (Purworejo) hingga Majenang (Cilacap). 

Transformasi wilayah ini terjadi ketika pemerintah Hindia-Belanda melakukan perubahan dan mengubahnya menjadi Karesidenan Banyumasan, dengan tujuan untuk mempermudah struktur pemerintahan.

Adipati-adipati setempat yang sebelumnya diangkat oleh Kesultanan Demak, digantikan oleh gubernur jenderal Belanda. Langkah ini dimaksudkan untuk memudahkan kontrol pemerintahan kolonial terhadap penduduk pribumi, terutama dalam implementasi sistem tanam paksa.

BACA JUGA:Wisata Sejarah Benteng Van Der Wijck Kebumen

BACA JUGA:Sejarah Kota Purwokerto dan Keindahannya

Karesidenan Banyumas menjadi bukti nyata bagaimana pemerintahan Hindia-Belanda memanipulasi struktur kekuasaan dan administratif untuk kepentingan kontrol terhadap wilayah dan penduduk lokal. 

Sejarah Terbentuknya Karesidenan Banyumas

Sejarah Karesidenan Banyumas merupakan tonggak penting dalam perkembangan administratif Hindia-Belanda. Inisiasi pembentukan Karesidenan ini dilakukan oleh Hallewijn, yang pada saat itu menjabat sebagai Residen Pekalongan. 

Tugasnya adalah membentuk struktur pemerintahan sipil di wilayah Banyumasan. Melalui laporannya, Hallewijn menentukan wilayah-wilayah yang akan menjadi bagian integral dari Karesidenan Banyumas.

Wilayah yang termasuk dalam Karesidenan ini meliputi Kebumen, Banjar (Banjarnegara), Panjer, Ayah, Banyumas, Kroya, Prabalingga (Purbalingga), Ajibarang, Karangpucung, Sidareja, Majenang, Donan, Daiyoe-Loehoer, hingga Kapungloo. Pada tanggal 1 November 1830, Karesidenan Banyumas resmi didirikan dengan penunjukan de Sturler sebagai Residen pertamanya.

BACA JUGA:Sejarah Shinsengumi, Pasukan Elit Jepang Bersenjata Samurai di Masa Lalu!

BACA JUGA:Sejarah Hingga Arsitektur Megah Taj Mahal yang Megah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: