Banner v.2

PDIP Kebumen Optimis Usung Kandidat Tanpa Koalisi

PDIP Kebumen Optimis Usung Kandidat Tanpa Koalisi

Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen Saiful Hadi KEBUMEN - Munculnya koalisi besar lima partai politik di Kebumen ternyata tidak membuat nyali PDI Perjuangan menciut. Bahkan partai berlambang banteng moncong putih tersebut, tetap optimis akan mengusung kandidat Bupati/Wakil Bupati. Ini tentunya akan dilaksanakan dengan atau tanpa koalisi. Kendati PDI Perjuangan Kebumen mampu mengusung Cabup/Cawabup sendiri, namun pintu koalisi tetap dibuka. PDI Perjuangan siap manakala ada partai yang hendak berkoalisi bersama untuk Pilbup Kebumen 2020. Ketua DPC PDI Perjuangan Saiful Hadi kepada Awak Media mengaku apresiasi dengan terbentuknya Sekretariat Bersama (Sekber) lima partai politik. Ini meliputi Partai Golkar, PPP, Partai Gerindra, PAN dan PKB. Pihaknya pun berharap koalisi tersebut dapat langgeng. Adapun untuk PDI Perjuangan, sebagai partai pemenang dengan koleksi 12 kursi di parlemen, tidak akan bergabung ke sekber. Mengingat tanpa koalisi pun sudah mampu mencalonkan sendiri. Terkecuali jika Sekber sendiri yang menginginkan untuk bergabung. "PDI Perjuangan tetap optimis dengan 12 kursi. Tetapi jika sekber yang bergabung ke kita tentu tidak masalah," tuturnya, baru-baru ini. Saiful menegaskan, pihaknya berupaya menjaga marwah dan semangat kader PDI Perjuangan. Dimana untuk sekarang PDI Perjuangan telah siap bertempur. Kekalahan PDI Perjuangan pada dua Pilbup sebelumnya di Kebumen telah menjadi pembelajaran penting bagi seluruh kader. "Posisi banteng saat ini tengah semangat-semangatnya dan telah bosan kalah," tegasnya. Ketika disinggung terkaut deengan penjaringan yang telah dilakukan, Saiful menjelaskan jumlah keseluruhan pendaftar kini ada 15 orang. Dimana 14 mendaftar melalui DPC dan satu pendaftar lain melalui DPP PDI Perjuangan. Adapun yang mendaftar melalui DPP yakni salah satu pengusaha asal Kebumen Slamet Suparmaji. Kendati demikian, dari 15 yang telah mendaftar, dua dinyatakan gugur. Ini lantaran tidak mengikuti fit and proper test. Dua orang tersebut yakni Sujud Sugiarto dan Herwin Kunadi. "Yang tidak mengikuti fit and proper test secara otomatis gugur," imbuhnya. Kini, Saiful mengaku tengah melakukan survei terhadap para pendaftar. Survei internal akan untuk melihat tingkat popularitas, elektabilitas dan kesiapan dalam berkontestasi Pilbup. Dimana nanti hasil survei ini menjadi acuan dalam memberikan rekomendasi. “Hasil survai tentunya akan menjadi acuan untuk DPP dalam menentukan rekomendasi,” ucapnya. (mam/acd)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: