Banner v.2

Warga Tanggulangin Produksi Garam Rakyat

Warga Tanggulangin Produksi Garam Rakyat

MEMBUAT GARAM : Salah satu petani garam Desa Jogosimo saat menunjukkan garam hasil produksinya.IMAM/EKSPRES KEBUMEN- Di wilayah pesisir selatan Kabupaten Kebumen kini usaha garam semakin menjamur. Sejumlah kelompok petani garam rakyat banyak bermunculan dibeberapa kecamatan. Ini mulai Ambal, Mirit dan Kecamatan Puring. Disitu kini semakin bermunculan dan telah beroperasi sejak kurang lebih satu tahun lalu. Kecamatan Klirong juga tak ketinggalan. Petani garam muncul di kawasan eksodan Desa Tanggulangin. Produksi garam pun mulai dirintis oleh kelompok petani garam rakyat Sari Laut Kidul. Desa Tanggulangin sendiri, kini menjadi satu-satunya desa di Kecamatan Klirong yang memproduksi garam. Ketua kelompok petani garam rakyat Sari Laut Kidul Desa Tanggulangin Rasikun (41) menyampaikan produksi garam diwilayah setempat mulai dirintis sejak empat bulan silam. Tambak garam dikawasan tersebut dibangun diatas lahan seluas kurang lebih setengah hektar. “Awalnya kita ikut pelatihan produksi garam di Kecamatan Puring yang diadakan oleh dinas kelautan. Setelah itu kita coba disini. Ternyata berhasil. Kemudian kita bentuk kelompok dan iuran untuk membuat tambak garam,” paparnya, beberapa waktu lalu. Rasikun menyampaikan pembuatan tambak garam secara mandiri itu dilakukan oleh pihaknya untuk memanfaatkan lahan kosong dikawasan setempat. Ini agar lebih produktif lagi. Selain itu produksi garam tersebut ke depan berpeluang besar menjadi pemicu meningkatnya ekonomi warga setempat. “Berdasarkan hasil laboratorium, kualitas garam disini lebih baik daripada garam Pantura. Baik itu dari sisi kandungan maupun fisiknya. Itu artinya, garam hasil produksi petani disini ke depan akan mampu bersaing dipasaran. Apalagi garam yang diproduksi adalah garam beryodium,” ungkapnya. Rasikun menyampaikan kini tengah fokus untuk memperbaiki sekaligus menjaga kualitas garam hasil produksi petani setempat. Ini sembari mengawal proses ijin edar dan SNI dari Badan POM yang difasilitasi oleh Disperindagsar Kabupaten Kebumen. Pihaknya berharap agar kedepan produksi garam tersebut dapat menjadi penghasilan pokok bagi warga setempat. “Kendala untuk saat ini yakni masih belum punya mesin pompa air sendiri. Pompa digunakan untuk menyedot air laut yang kita alirkan ke tambak. Kini petani masih meminjam ke tambak udang secara bergantian,” ucapnya. (mam)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: