Banner v.2

Program Gentengisasi Buka Peluang Pengusaha

Program Gentengisasi Buka Peluang Pengusaha

Para pekerja tengah menyusun genteng. Program gentengisasi mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha genteng.--

KEBUMEN - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperindag KUKM) Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi sebut program gentengisasi menjadi peluang bagi para pengusaha di Kabupaten Kebumen. 

Seperti diketahui Kabupaten Kebumen merupakan salah satu sentra penghasil genteng di Jawa Tengah. Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah didampingi Kadisperindag KUKM, Haryono sebelumnya telah bertemu dengan Menteri Koperasi, Ferry Juliantoro.

Haryono menyampaikan, pertemuan tersebut salah satu yang menjadi diskusi ialah soal program gentengisasi dari Presiden Prabowo Subianto. Dia menuturkan, Kabupaten Kebumen termasuk sentra produsen genteng. Ada 800 lebih pengusaha genteng di Kebumen pada 2013 lalu. 

Lanjutnya, seiring berjalannya waktu memang ada penurunan jumlah pengusaha genteng. Ada beberapa faktor salah satunya mungkin masyarakat banyak yang menggunakan galvalum, baja ringan dan sebagainya. 

BACA JUGA:16 Tahun, Pasar Sore Ramadan Dorong Ekonomi Desa Kedungpuji Kebumen

BACA JUGA:118 Desa di Kebumen Rawan Banjir

"Adanya program Pak Presiden, gentengisasi ini merupakan peluang besar bagi pengusaha Kebumen untuk tumbuh kembali, berkontribusi di kegiatan itu," katanya, Jumat (19/2).

Pihaknya kini mendorong genteng Sokka memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) sekalipun kualitas genteng dari Kabupaten Kebumen telah diakui oleh banyak orang. Menurutnya dengan adanya label SNI tentu akan menambah nilai dari produk itu sendiri.

"Kita sedang mengusulkan SNI genteng Sokka," terangnya. 

Sebelumnya pengusaha genteng, Siti Mubarokah menyambut baik dengan adanya rencana program gentengisasi. Dia mengaku siap untuk memenuhi permintaan dalam program tersebut. Ada 15 titik tempat produksi genteng miliknya dan empat tobong atau tempat pembakaran. (mam)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: