Banner v.2

Ramadan Momentum Berubah Menjadi Lebih Baik

Ramadan Momentum Berubah Menjadi Lebih Baik

Ayi Istiana, S.Pd.I (Guru SD UMP)--

Oleh: Ayi Istiana, S.Pd.I

(Guru SD UMP)

Ramadan datang seperti tamu agung yang mengetuk pintu hati dengan penuh kelembutan. Kehadirannya tak berhenti pada lapar dan dahaga, melainkan membawa sinar yang menyusup ke relung-relung jiwa yang lama luput dari perhatian. Di bulan ini, waktu seolah melambat agar kita sempat bercermin menyadari betapa sering langkah melenceng, niat melemah, dan harapan tertunda. Ramadan mengajak untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia, lalu berbisik lirih  inilah saat terbaik untuk berubah, bukan dengan paksaan, melainkan dengan kesadaran yang tumbuh dari dalam.

Allah mengingatkan tujuan agung dari puasa melalui firman-Nya, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183). Takwa inilah muara perubahan itu, kesadaran hidup yang membuat seseorang lebih jujur pada dirinya, lebih hati-hati dalam bertindak, dan lebih lembut dalam bersikap. Puasa melatih untuk menahan yang halal, agar mampu menjauhi yang haram serta menunda yang boleh, agar kita kuat meninggalkan yang tercela. Perubahan sejati sering kali tumbuh dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan konsisten. Bangun lebih awal untuk sahur, meluangkan waktu membaca Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, serta menjaga lisan dan hati. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim). Ampunan ini bukan sekadar penghapus masa lalu, tetapi kesempatan berharga untuk memulai lembaran hidup yang baru dengan lebih bersih dan terarah.

Ramadan juga menumbuhkan harapan bahwa perubahan selalu mungkin terjadi. Allah menegaskan, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Ar-Ra’d: 11). Maka Ramadan adalah momentum terbaik untuk memulai perubahan untuk menguatkan niat, menata ulang tujuan hidup, dan membawa ruh Ramadan agar tetap hidup setelah bulan suci berlalu. Karena hakikat keberhasilan Ramadan bukan hanya terasa saat ia hadir, tetapi terlihat nyata pada pribadi yang pulang darinya dengan akhlak yang lebih baik dan hati yang lebih dekat kepada Allah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: