Erosi dan Banjir Rusak Pemukiman Warga Desa Wonoyoso
Rumah salah satu warga Desa Wonoyoso, Kecamatan Kuwarasan yang mengalami kerusakan akibat terdampak erosi .--
KEBUMEN - Dua rumah warga Desa Wonoyoso, Kecamatan Kuwarasan, mengalami kerusakan dampak erosi dan banjir. Akibat kejadian ini, para pemilik rumah sudah menyiapkan diri untuk mengosongkan rumah tersebut.
Bako Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto menyampaikan, peristiwa ini terjadi di Dukuh Emprak RT 01 RW 03, Desa Wonoyoso, Kecamatan Kuwarasan.
Berawal dari hujan deras pada Kamis (1/1) lalu, debit aliran sungai meningkat dan menggerus pondasi bangunan di sekitar aliran sungai.
Akibat kejadian tersebut, dapur kedua rumah milik Listya Wicaksono (37) dengan ukuran sekitar 6 x 4 meter serta sebuah ruko milik Suryanti (38) dengan ukuran kurang lebih 8 x 6 meter mengalami kerusakan.
BACA JUGA:Pembangunan KNMP Karangduwur Capai 86 Persen
BACA JUGA:Bupati: Kerukunan Umat Jadi Kunci Stabilitas Sosial
"Bangunan tersebut masing-masing dihuni oleh satu kepala keluarga. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka," ujar Heri, Minggu (4/1).
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kebumen melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Wonoyoso dan unsur terkait lainnya. Petugas juga memberikan imbauan kepada pemilik rumah agar tetap berhati-hati, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Perkembangan terbaru, pemilik rumah telah mengamankan barang-barang miliknya guna menghindari kerusakan lebih lanjut. "Kebutuhan tindak lanjut yang diperlukan antara lain pembangunan kembali struktur bangunan serta material pendukung seperti semen, pasir, batu, dan tanah urug," ujar Heri.
Di bagian lain, longsor juga mengakibatkan sejumlah pemukiman warga terancam. Seperti terjadi di Dukuh Krajan RT 04 RW 04, Desa Kloposawit, Kecamatan Buluspesantren ini. Akibat hujan deras pada akhir Desember 2025 lalu, bantaran Sungai Kedungbener longsor di bagian belakang rumah warga.
BACA JUGA:Hari Terakhir Liburan, Ribuan Pengunjung Padati Pantai Mliwis
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Picu Pohon Tumbang di Sejumlah Kecamatan
Longsoran bantaran sungai terjadi dengan panjang sekitar 30 meter dan tinggi kurang lebih 3 meter. Jarak antara rumah warga dengan bantaran sungai hanya sekitar 1 meter. Dua rumah warga milik Sulyadi (50) dengan satu kepala keluarga dua jiwa serta Muhroni (51) dengan satu kepala keluarga empat jiwa berada di sekitar lokasi kejadian.
"Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Hingga saat ini, longsoran belum dilakukan penanganan permanen dan masih memerlukan tindak lanjut," ujar Heri. (cah)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

