Banner v.2

Santri Al Istiqomah Diajak Melek Teknologi

Santri Al Istiqomah Diajak Melek Teknologi

Suasana Pelatihan Literasi Digital dan Public Speaking yang digelar Pondok Pesantren (Ponpes) Al Istiqomah Karangsari, Kabupaten Kebumen.--

KEBUMEN - Seiring cepatnya perkembangan teknologi dan banjirnya informasi menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Tak hanya menjadi konsumen, anak muda sekarang dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik, literasi digital yang kuat, serta adab yang luhur dalam bermedia.

Hal itu mengemuka dalam  kegiatan Pelatihan Literasi Digital dan Public Speaking Berbasis Akhlak Mulia yang digelar Pondok Pesantren (Ponpes) Al Istiqomah Karangsari, Kabupaten Kebumen. Dalam pelatihan yang digelar selama 4 hari, 22–25 Desember 2025, tersebut para santri diajak melek teknologi.

Pengasuh Ponpes Al Istiqomah Karangsari, KH. Johan Amru Alhafidz, menyampaikan pihak pondik terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, pihaknya merasa perlu membekali para santri dengan kemampuan komunikasi yang baik, literasi digital yang kuat, serta adab yang luhur dalam bermedia.

BACA JUGA:Polres Kebumen Pastikan Keamanan Ibadah Minggu Masa Natal

BACA JUGA:Ansor Panjer Dukung Ketahanan Pangan

"Santri hari ini tidak cukup hanya kuat dalam ilmu agama. Mereka juga harus cakap berkomunikasi, melek teknologi, serta beradab dalam bermedia. Literasi digital harus berjalan seiring dengan akhlakul karimah," ujar Johan Amru yang juga Ketua RMI PCNU Kebumen tersebut.

Dalam kesempatan itu, para santri juga mendapat pembekalan Literasi Media Digital dan Jurnalistik di Era AI bersama jurnalis Kebumen, Muhammad Tohri.

Materi menekankan pentingnya berpikir kritis, memahami dasar jurnalistik, menangkal hoaks, serta memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara bijak, etis, dan bertanggung jawab untuk konten dakwah serta edukatif. "AI bisa menjadi alat bantu menulis, riset, hingga desain konten. Namun santri harus tetap memegang prinsip jurnalistik dan akhlak. AI adalah alat, bukan pengganti manusia," jelas Tohri. (cah)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: