Pembukaan Masih Tunggu Uji Kelayakan Jembatan
Meski ditutup, sejumlah pengguna jalan nekat melintas di jalur nasional Sumpiuh-Tambak. FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS
TAMBAK - Pedagang di kawasan Jalan Nasional Sumpiuh-Tambak mengeluhkan adanya penutupan jalan. Pasalnya, penutupan tersebut dinilai berdampak terhadap penghasilan mereka.
"Penghasilan lebih banyak sebelum ada penutupan. Sejak jalan ditutup yang beli sepi. Sebab selama penutupan, pengguna jalan dialihkan ke jalur lingkar utara," ujar Sirun pedagang di area pembangunan jembatan.
Seperti diketahui, jalan nasional di Desa Karangpetir Kecamatan Tambak itu sudah ditutup sejak 1 Agustus lalu karena ada pembangunan jembatan rel ganda. Meski telah selesai dikerjakan, namun jalan belum dibuka.
Sementara itu, Site Manager Penyedia Jasa Eko W.S mengatakan, pembukaan jalan masih menunggu tinjauan hasil pembangunan dari Satker pusat dan kabupaten. "Kami pelaksana lapangan tidak bisa mengambil keputusan sendiri untuk membuka," jelas dia di kantornya, Kamis (4/10).
Menurutnya, yang berwenang menentukan kelayakan hasil kegiatan pembangunan jembatan dan memutuskan waktu jalan nasional bakal dibuka adalah satker. "Rencananya minggu depan satker ke lokasi," ujarnya.
Dijelaskannya, ada instansi meminta jalan segera dibuka lantaran kegiatan pembangunan jembatan tampak telah rampung. Belum dibukanya jalan juga karena pertimbangan lain, seperti curah hujan. Di lokasi pembangunan jembatan rel ganda, terdapat sisa tanah urug. Apabila turun hujan, jalan licin membahayakan pengguna jalan.
"Pengecoran sudah selesai semua. Tapi lokasi belum bersih. Serpihan-serpihan material masih ada. Belum aman untuk dilalui kendaraan. Kendaraan roda dua yang lewat kadang ada yang jatuh," imbuh Eko. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
