Banner v.2

Panjatkan Syukur Lewat Tradisi Barit

Panjatkan Syukur Lewat Tradisi Barit

TAMBAK-Desa Gebangsari Kecamatan Tambak menggelar ritual adat barit, Kamis (21/9) malam. Acara yang berlangsung di cagar budaya Pertabatan Ampel itu, juga disebut dengan istilah memetri bumi. Dalam kesunyian malam di tengah persawahan, kegiatan yang dilaksanakan pada malam Jum'at Kliwon itu diawali dengan tetabuhan gamelan. Hal itu sebagai pemantik sumbu semangat masyarakat yang hadir memenuhi halaman dan dua bangunan Pertabatan Ampel. Doa-doa kemudian khusyu dipanjatkan di depan petilasan, lengkap dengan berbagai komposisi sesajian. Seperti kelapa hijau, bunga-bunga dan lainnya. Doa dipimpin tiga kayim dari tiga dusun di Desa Gebangsari. Selanjutnya, do'a tahlil bersama semua yang datang ke Pertabatan Ampel. "Memetri bumi acara adat yang sudah turun temurun. Setiap tahun selalu dilaksanakan pada Sura. Memetri bumi seperti halnya sedekah bumi. Ucapan syukur masyarakat Desa Gebangsari. Berdoa kepada Alloh agar gemah ripah loh jinawi," kata Kepala Desa Gebangsari Rokhmat kepada Radar Banyumas. Camat Tambak, Dwi Irawan Sukma mengatakan, tradisi di Desa Gebangsari sangat perlu dilestarikan. Di era yang semakin maju dalam segala bidang, terutama perkembangan teknologi, budaya jangan sampai terkikis. Oleh karena itu, momen barit menjadi prosesi sakral dalam mempertahankan nilai-nilai budaya di Desa Gebangsari, termasuk pelestarian cagar budaya Pertabatan Ampel. "Budaya tumbuh sepanjang masa. Barit sebagai tradisi menjadi bagian dari budaya," ujar Dwi Irawan yang juga terlibat langsung dalam acara malam Jum'at Kliwon itu. Tiga ingkung ayam, berbagai hasil bumi, tenong yang lengkap dengan bermacam masakan terhidang di tengah halaman Pertabatan Ampel. Acara ditutup dengan menikmati hidangan. (fij)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: