Banner v.2

Aktivitas Kawah Sileri Menurun

Aktivitas Kawah Sileri Menurun

BANJARNEGARA - Setelah sempat menunjukkan peningkatan aktivitas, Kawah Sileri menunjukkan tren penurunan. Dengan tren ini, status level II atau Waspada akan dievaluasi. Kemungkinan akan diturunkan menjadi Level I atau Normal atau menurunkan radius bahaya yang saat ini satu kilometer. Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Banjarnegara, Andri Sulistyo mengatakan, selain menunjukkan tren menurun, masyarakat diminta tidak khawatir dengan semburan gas beracun dari Kawah Sileri. EVAKUASI : Petugas membuat jalur evakuasi, sehingga warga tidak bingung jika terjadi kondisi darurat Menurut dia, sepanjang sejarah, Kawah Sileri tidak pernah mengeluarkan gas beracun. Dalam laporan harian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) kandungan gas beracun dari kawah tersebut nol. Potensi gas beracun justru ada di Kawah Timbang. Namun sampai saat ini kondisi gas di Kawah Timbang terpantau aman. "Kawah Sileri Waspada karena letusan material lumpur panas. Terakhir terjadi 2 Juli lalu," kata dia, kemarin. Dia mengungkapkan, penetapan radius bahaya di Kawah Sileri bukan untuk mengantisipasi bahaya gas beracun. Namun untuk mencegah jatuhnya korban akibat semburan lumpur panas. Pendirian posko BPBD di Sileri bertujuan untuk mengurangi resiko bencana. "Kesiapan kita adalah wujud dari pengurangan resiko. Yang penting tidak ada korban," kata dia. Salah satu kesiapan tersebut yakni dengan membuat jalur evakuasi dan memberikan informasi kepada masyarakat sekitar. Sehingga dalam kondisi darurat, warga sudah bisa melakukan evakuasi secara mandiri. Kepala Pos Pemantau Gunung Api Dieng, Surip mengatakan, aktivitas Kawah Sileri menunjukkan tren penurunan. (drn/din)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: