Banner v.2

Cuaca Ekstrem Akibatkan Cabai Gagal Panen, Stok Menipis dan Harga Melonjak

Cuaca Ekstrem Akibatkan Cabai Gagal Panen, Stok Menipis dan Harga Melonjak

Suasana pedagang pasar di Pasar Tradisional Banjarnegara.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Dampak cuaca buruk dirasakan pedagang sayur dan warga. Pasalnya berpengaruh pada menipisnya stok cabai akibat gagal panen. Hal itu pun berdampak dengan kenaikan harga cabai, bahkan menembus 100 persen.

Pantauan Radarmas di Pasar Banjarnegara, Selasa (16/12) menunjukkan, harga cabai rawit merah atau cabai setan melonjak dari kisaran Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu per kilogram (kg). Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit hijau yang naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 60 ribu per kg.

Sementara, cabai hijau besar dijual Rp 45 ribu per kg dari sebelumnya Rp 35 ribu, dan cabai merah keriting naik dari Rp 60 ribu menjadi Rp 65 ribu per kg.

Pedagang sayur di pasar setempat, Sudi mengatakan, banyak petani cabai mengalami gagal panen akibat serangan penyakit tanaman dan curah hujan tinggi.

BACA JUGA:Harga Cabai Rawit Merah di Purbalingga Semakin Pedas

“Sekarang stok cabai di pasaran makin sedikit. Dari petani juga panennya turun drastis, jadi harga ikut naik. Cabai rawit merah paling terasa, bisa sampai dua kali lipat,” ujar Sudi.

Menurutnya, penurunan produksi petani sangat signifikan. Dalam kondisi normal, satu lahan cabai bisa menghasilkan lima hingga enam kuintal sekali panen. Namun saat ini, hasil panen hanya sekira dua kuintal atau turun hingga 75 persen.

Lonjakan harga tersebut berdampak langsung pada pedagang. Sudi mengaku, omzet penjualan turun hingga 40 persen karena daya beli masyarakat melemah.

“Pembeli banyak yang mengurangi belanja, ada juga yang batal beli karena mahal. Cabai yang tidak cepat terjual malah ada yang busuk karena terlalu lama disimpan,” katanya.

BACA JUGA:Produktivitas Panen Tanaman Cabai Rawit di Desa Selanegara Sumpiuh Turun 50 Persen

Sudi memprediksi, harga cabai masih berpotensi naik jika cuaca buruk berlanjut dan pasokan belum pulih. Dia berharap, pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga dan ketersediaan barang di pasar.

“Kami berharap ada sidak dan operasi pasar supaya harga bisa ditekan dan stok aman. Apalagi ini menjelang akhir tahun, harga bahan pokok lain juga mulai naik,” harap Sudi.

Kondisi ini menambah daftar komoditas pangan yang terdampak cuaca ekstrem. Jika tidak segera diantisipasi, lonjakan harga dikhawatirkan akan semakin membebani masyarakat, terutama menjelang momentum akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: