2. Gejala ADHD pada Remaja
Seiring bertambahnya usia anak dengan kelainan ini, gejalanya pun berubah. Dalam beberapa kasus, gejala-gejala tertentu yang diamati pada masa kanak-kanak mungkin mereda seiring berjalannya waktu ketika anak beranjak remaja.
Namun, seiring dengan perubahan tanggung jawab anak dan bertambahnya usia, gejala-gejala baru mungkin muncul. Remaja dengan masalah ini biasanya menunjukkan gejala berikut:
BACA JUGA:8 Cara Memulihkan Gangguan Kesehatan Mental Anxiety Tanpa Obat, Tak Perlu Khawatir!
BACA JUGA:Cara Mudah Vakum Media Sosial Untuk Menjaga Kesehatan Mental
– Kesulitan berkonsentrasi pada tugas sekolah atau tugas lainnya.
– Sering melakukan kesalahan saat menyelesaikan tugas atau saat bekerja.
– Kesulitan menyelesaikan tugas, terutama tugas sekolah atau pekerjaan rumah.
– Mempunyai masalah dengan organisasi dan manajemen waktu.
– Saya sering lupa barang atau kehilangan barang pribadi.
– Sering menghindari tugas atau pekerjaan yang membebani mental.
– Kesulitan menavigasi hubungan sosial dan keluarga.
– Meningkatnya rasa frustrasi dan kepekaan emosional.
Meskipun ADHD mungkin membuat remaja tampak “tidak dewasa”, gejala-gejala yang terjadi hanyalah sebagian dari ADHD dan tidak ada hubungannya dengan tingkat kedewasaan anak.
3. Gejala ADHD di Masa Dewasa
Kebanyakan penderita ADHD didiagnosis pada masa kanak-kanak. Namun seringkali orang tua mengabaikan atau salah memahami gejala yang terjadi.