Akibatnya, area otak tertentu pada penderita ADHD mungkin menjadi lebih kecil sementara area lain menjadi lebih besar. Penelitian lain menunjukkan bahwa orang dengan kondisi ini mungkin memiliki ketidakseimbangan tingkat neurotransmitter di otak mereka.
Selain itu, ada klaim lain bahwa bahan kimia di otak mungkin tidak bekerja dengan baik.
3. Paparan Neurotoksin Selama Kehamilan
BACA JUGA:8 Tips Parenting untuk Anak ADHD, Orang Tua Rawan Stres
BACA JUGA:Mengenal Anhedonia Komplikasi dari Gangguan Kesehatan Mental
Para ahli juga mencurigai adanya hubungan antara ADHD dan bahan kimia neurotoksik tertentu, seperti timbal dan jenis pestisida tertentu. Paparan timbal pada anak-anak dapat mempengaruhi pencapaian pendidikan mereka.
Hal ini terkait dengan kurangnya perhatian, hiperaktif, dan impulsif. Paparan pestisida organofosfat kini juga diduga terkait dengan gangguan kejiwaan tersebut.
Ini adalah obat yang biasa digunakan pada rumput dan tanaman. Penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia organofosfat dapat berdampak negatif pada perkembangan saraf anak.
4. Merokok dan Konsumsi Alkohol Selama Kehamilan
BACA JUGA:Mengenal Ciri-Ciri Terkena Gangguan Kesehatan Mental Anxiety
Merokok aktif atau pasif selama kehamilan juga dikaitkan dengan perilaku pada anak dengan ADHD. Selain itu, anak-anak yang terpapar alkohol dan obat-obatan selama masa janin di dalam kandungan lebih mungkin mengalami gejala serupa.
Gejala Gangguan Kesehatan Mental ADHD
Berikut merupakan gejala gangguan kesehatan mental ADHD pada anak, remaja, dan dewasa: