Selain itu, orang tua juga mungkin merasa gagal dalam mendidik anak-anak mereka dengan baik, karena kegiatan balap liar ini menunjukkan kurangnya penghargaan dan tanggung jawab dari anak-anak mereka terhadap nilai-nilai kehidupan dan keselamatan.
BACA JUGA:Razia Balap Liar, Polisi Amankan 16 Sepeda Motor
BACA JUGA:Jalan Pekiringan-Wanogara Kerap Dijadikan Area Balap Liar
4. Meningkatkan Potensi Pemicu Konflik Antar Geng Motor
Balap liar sering kali menjadi pemicu konflik antara geng motor yang berbeda. Saat taruhan dipertaruhkan, kekalahan dapat menyebabkan kemarahan dan frustrasi di antara peserta balap.
Ini bisa mengarah pada pertengkaran verbal atau bahkan fisik antar geng motor, yang berpotensi memicu tawuran atau kekerasan antar kelompok. Konflik semacam ini tidak hanya berdampak negatif pada keselamatan masyarakat secara umum, tetapi juga memperburuk citra komunitas motor di mata publik.
5. Menimbulkan Pelanggaran Norma Sosial
Aktivitas balap liar seringkali melibatkan perilaku yang jelas melanggar norma-norma sosial yang ada. Penggunaan jalan raya sebagai lintasan balap, kebisingan yang mengganggu, dan risiko yang dihadapi oleh peserta dan pengguna jalan lainnya adalah contoh dari bagaimana balap liar bertentangan dengan nilai-nilai dalam masyarakat.
Pelanggaran terhadap norma sosial ini tidak hanya merusak tatanan sosial yang ada, tetapi juga memberikan contoh buruk kepada generasi muda tentang pentingnya menghormati aturan dan keselamatan bersama.
BACA JUGA:Diduga Hendak Balap Liar, 15 Pemuda dan 11 Sepeda Motor Diamankan
BACA JUGA:Puluhan Kendaraan Knalpot Brong Di Lokasi Rawan Balap Liar Digelandang Satlantas Polresta Banyumas
6. Memicu Terjadinya Taruhan dan Perjudian
Balap liar sering kali menjadi ajang untuk taruhan dan perjudian. Para peserta sering menempatkan taruhan pada hasil balap, yang dapat mencakup jumlah uang yang signifikan. Hal ini tidak hanya menciptakan tekanan tambahan pada peserta, tetapi juga memperkuat siklus perjudian yang merugikan.
Perjudian yang terkait dengan balap liar tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian finansial yang besar bagi peserta dan keluarga mereka, serta memperkuat pola perilaku yang merugikan dalam masyarakat.
7. Menyumbang Angka Kecelakaan Lalu Lintas
Balap liar secara signifikan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Aktivitas ini sering dilakukan dengan kecepatan tinggi di jalan raya yang ramai, tanpa memperhatikan aturan lalu lintas atau keselamatan pengguna jalan lainnya.