Arus Tersendat, Sawah di Prembun Banyumas Terendam, 40 Hektare Lahan Pertanian Terdampak
Kerja bakti pembersihan anak Sungai Manggis di Desa Prembun yang aliran air tersendat akibat banyaknya tanaman liar yang tumbuh, Rabu (14/1).-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Aliran air anak Sungai Manggis di Desa Prembun, Kecamatan Tambak, tersendat dan kerap meluap pada musim penghujan. Kondisi ini mengganggu aktivitas pertanian warga setempat.
“Luapan air ke areal persawahan berdampak pada terganggunya pertanian seluas sekitar 40 hektare,” kata Kepala Desa Prembun, Masudi, Rabu (14/1), di lokasi.
Luapan air tersebut berpotensi menurunkan produktivitas pertanian. Karena itu, penanganan dinilai mendesak agar aliran air kembali lancar dan tidak terus menggenangi sawah warga.
Masudi menjelaskan, tersendatnya arus air disebabkan tumbuhnya berbagai tanaman liar hingga ke badan anak sungai. Selain itu, kondisi tanggul yang dipenuhi pepohonan bambu turut memperparah hambatan aliran.
BACA JUGA:Intensitas Hujan Tinggi, Banjir dan Longsor Terjadi di Empat Titik Banyumas
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Desa Prembun menggandeng petani, Forkompimcam Tambak, Korpokla Serayu Hilir Balai PSDA, serta UPTD PU Wilayah Sumpiuh melakukan pembersihan.
Anak Sungai Manggis yang melintasi Desa Prembun memiliki panjang sekitar satu kilometer. Penanganan tahap awal difokuskan pada pembersihan di dalam saluran sungai.
“Diagendakan pohon-pohon yang tumbuh di sepanjang aliran anak sungai ini dibersihkan. Musim kemarau nanti kita lanjutkan penebangan seluruhnya,” sambung Masudi.
Pembersihan anak Sungai Manggis ini juga menjadi bagian dari upaya desa dalam mendukung ketahanan pangan. Dengan aliran air yang lancar, potensi genangan di areal persawahan diharapkan dapat diminimalkan. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

