Sejarah Olahraga Olimpiade Angkat Besi

Kamis 04-01-2024,19:19 WIB
Reporter : Rafif Dian
Editor : Laily Media Yuliana

RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Angkat besi adalah salah satu cabang olahraga tertua di dunia. Olahraga ini sudah ada sejak zaman Yunani Kuno, dan merupakan bagian dari Olimpiade kuno.

Pada Olimpiade modern pertama di Athena pada tahun 1896, angkat besi juga menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.  

Pada Olimpiade Athena 1896, hanya ada satu nomor angkat besi yang dipertandingkan, yaitu angkatan snatch. Nomor angkatan clean-and-jerk baru diperkenalkan pada Olimpiade Paris 1900.

Olimpiade 1900 juga merupakan Olimpiade terakhir yang mempertandingkan angkat besi. Angkat besi kemudian tidak dipertandingkan lagi pada Olimpiade 1904, 1908, dan 1912.

BACA JUGA:Kisah Khabib Nurmagomedov, Legenda MMA dari Dagestan

 

BACA JUGA:Medali Pertama Indonesia Dari Angkat Besi

Angkat besi kembali dipertandingkan pada Olimpiade Stockholm 1912, dan sejak saat itu, angkat besi selalu menjadi bagian dari Olimpiade.

Pada awalnya, hanya atlet pria yang diizinkan berpartisipasi dalam cabang olahraga angkat besi. Namun, pada Olimpiade Sydney 2000, kategori putri juga mulai dipertandingkan.

Saat ini, angkat besi mempertandingkan 15 nomor, yaitu 8 nomor putra dan 7 nomor putri. Nomor-nomor tersebut dibagi menjadi dua kategori, yaitu angkatan snatch dan angkatan clean-and-jerk.

Perkembangan Olahraga Olimpiade Angkat Besi

BACA JUGA:Angkat Besi Tanpa Rival Utama Tiongkok

 

BACA JUGA: Menggali 7 Manfaat Pencak Silat bagi Kesehatan Tubuh!

Olahraga angkat besi telah mengalami banyak perkembangan selama bertahun-tahun. Perkembangan tersebut meliputi peraturan, teknik, dan peralatan.

Peraturan angkat besi telah mengalami beberapa kali perubahan. Pada awalnya, atlet hanya memiliki kesempatan satu kali untuk melakukan setiap angkatan. Namun, pada tahun 1964, peraturan tersebut diubah menjadi tiga kali kesempatan.

Teknik angkat besi juga telah mengalami banyak perkembangan. Pada awalnya, atlet menggunakan teknik yang sederhana. Namun, seiring berjalannya waktu, atlet mulai mengembangkan teknik yang lebih kompleks dan efisien.

Peralatan angkat besi juga telah mengalami banyak perkembangan. Pada awalnya, atlet menggunakan barbel yang terbuat dari kayu atau besi. Namun, pada saat ini, atlet menggunakan barbel yang terbuat dari logam yang lebih kuat dan ringan.

BACA JUGA:5 Rekomendasi Aplikasi Kebugaran Terbaik untuk HP Android

 

BACA JUGA:Kesalahan Dalam Bermain Catur yang Sering Bikin Kalah Para Pemula

Angkat Besi di Indonesia

Indonesia pertama kali berpartisipasi dalam cabang olahraga angkat besi pada Olimpiade Tokyo 1964. Pada Olimpiade tersebut, Indonesia diwakili oleh dua atlet, yaitu Soetrisno dan Soeharjono.

Indonesia telah meraih beberapa medali dalam cabang olahraga angkat besi di Olimpiade. Medali pertama Indonesia diraih oleh Soetrisno pada Olimpiade Tokyo 1964. Soetrisno meraih medali perunggu di nomor angkatan snatch kelas welter.

Pada Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia meraih satu medali perak dan satu medali perunggu. Medali perak diraih oleh Windy Cantika Aisah di nomor angkatan clean-and-jerk kelas 49 kg putri. Medali perunggu diraih oleh Eko Yuli Irawan di nomor angkatan snatch kelas 61 kg putra.

Masa Depan Olahraga Angkat Besi

Angkat besi merupakan olahraga yang populer di banyak negara di dunia. Olahraga ini juga merupakan olahraga yang sangat kompetitif.

Di masa depan, angkat besi diharapkan akan terus berkembang dan menjadi olahraga yang lebih populer. Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan promosi dan sosialisasi olahraga angkat besi, serta meningkatkan kualitas para atlet. (raf)

Kategori :