Sidaurip Cilacap Jadi Lokasi Penguatan SiTaskin, Warga Miskin Ekstrem Diprioritaskan
Masyarakat Desa Sidaurip Kecamatan Gandrungmangu, mendapatkan bantuan sosial serta pemberdayaan untuk menekan kondisi miskin ekstrem.-JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) melaksanakan Program Sinergitas Percepatan Pengentasan Kemiskinan (SiTaskin) di Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Kamis (26/2/2026).
Di Desa Sidaurip tercatat 1.028 warga masuk kategori desil satu atau miskin ekstrem.
Tingkat kemiskinan di Desa Sidaurip mencapai 11,47 persen. Untuk itu, program ini difokuskan tidak hanya pada bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan ekonomi warga.
Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko mengatakan, SiTaskin bukan hanya soal bantuan, tetapi juga upaya agar masyarakat bisa lebih mandiri secara ekonomi.
BACA JUGA:Bappeda Cilacap Rancang Intervensi Tepat Sasaran Untuk Pengentasan Kemiskinan
"Program ini akan terus dijalankan di berbagai daerah, dengan target pada 2026 angka kemiskinan ekstrim bisa ditekan hingga nol persen," tegasnya.
Kegiatan ini melibatkan banyak pihak. Kementerian Agama mendukung melalui program Kampung Zakat.
Badan Amil Zakat Nasional menyalurkan 100 paket sembako, 100 hidangan buka puasa, dan 100 santunan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan 200 paket Gemar Ikan. Kementerian Pertanian menyalurkan benih padi, benih kedelai, dan benih untuk pekarangan pangan bergizi.
BACA JUGA:Sudah Capai Target 2027, Bappeda Optimis Angka Kemiskinan Terus Turun
Kementerian Sosial membantu melalui program Atensi dan reaktivasi PBI JKN.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberikan bantuan jamban untuk keluarga berisiko stunting.
Selain itu, Bank Syariah Indonesia menyalurkan bantuan dana Rp 20 juta.
Ada juga bantuan alat pertukangan, dukungan usaha ternak, pelatihan digital marketing, serta bibit tanaman produktif untuk warga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
