Penempatan pohon kelengkeng di lokasi yang optimal sangat penting. Pastikan pohon menerima sinar matahari yang cukup, minimal enam hingga delapan jam setiap hari.
Tanah yang baik drainase dan memiliki kandungan organik yang cukup juga menjadi faktor kunci. Hindari penanaman kelengkeng di area yang sering tergenang air, karena kelembaban berlebih dapat menyebabkan masalah akar.
3. Pemupukan Rutin
Memberikan nutrisi yang cukup adalah kunci untuk merangsang pertumbuhan dan pembuahan pohon kelengkeng. Gunakan pupuk dengan kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium yang seimbang.
Pemupukan rutin, terutama pada awal musim tumbuh dan saat pembentukan bunga, dapat meningkatkan produksi bunga dan buah.
BACA JUGA:Lezatnya Timlo Solo, Sebuah Paduan Kuliner Tionghoa dan Jawa
BACA JUGA:Manisan Buah Carica, Buah Asli Amerika Selatan Yang Menjadi Jajanan Khas Dieng.
4. Pemangkasan yang Tepat
Pemangkasan adalah teknik yang penting untuk merangsang pembuahan pada pohon kelengkeng. Pemangkasan dapat membantu meningkatkan sirkulasi udara, memperbaiki penetrasi cahaya matahari, dan merangsang pertumbuhan tunas baru.
Hindari pemangkasan berlebihan, terutama pada cabang-cabang yang mengandung bunga dan buah.
5. Irigasi yang Konsisten
Kelengkeng membutuhkan irigasi yang konsisten, terutama pada musim kering. Pastikan tanah di sekitar pohon selalu lembab, tetapi hindari genangan air yang dapat merusak akar.
Penggunaan sistem irigasi tetes dapat membantu memberikan air secara efisien langsung ke akar tanaman.
6. Perlindungan dari Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit dapat menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan dan pembuahan pohon kelengkeng.
Periksa secara rutin tanaman untuk tanda-tanda serangan hama atau penyakit. Gunakan pestisida organik atau metode pengendalian hama alami untuk melindungi pohon tanpa merusak lingkungan sekitar.