Tronton Masih Nekat Melintas, Tonase Jalan Kota Sumpiuh Banyumas Dibatasi
Kendaraan dengan muatan melebihi tonase kelas jalan melintas keluar ujung ruas jalan kabupaten Kota Sumpiuh di Desa Karangpetir Kecamatan Tambak tepat dipasang rambu, Selasa (27/1)-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Jalan kabupaten ruas Kota Sumpiuh resmi diberlakukan pembatasan tonase. Kendaraan dengan muatan di atas delapan ton dilarang melintas guna mencegah kerusakan jalan yang kian parah dan membahayakan pengguna.
Ruas jalan sepanjang 5,9 kilometer itu menghubungkan Kecamatan Sumpiuh dan Kecamatan Tambak. Rambu pembatasan tonase telah dipasang di dua titik, yakni di pangkal ruas di simpang Taman Kota Sumpiuh, Kelurahan Kebokura, Kecamatan Sumpiuh, serta di ujung ruas di simpang Desa Karangpetir, Kecamatan Tambak.
Meski rambu sudah terpasang, warga mengeluhkan masih banyaknya kendaraan bermuatan berat yang nekat melintas, terutama pada sore hingga pagi hari. Salah satu warga yang tinggal di tepi jalan, Nur Asmono, menyebut truk tronton masih sering melewati ruas tersebut.
“Kendaraan tronton membawa muatan masih pada lewat sini,” katanya, Selasa (27/1).
BACA JUGA:Tak Kuat Menahan Beban Truk Tronton Mundur di Tanjakan, Kecelakaan Beruntun Terjadi di Banyumas
Sesuai ketentuan, kendaraan dengan muatan lebih dari delapan ton seharusnya dialihkan ke jalan nasional ruas lingkar utara Sumpiuh–Tambak. Namun, warga menyesalkan masih lemahnya kepatuhan pengendara, padahal pangkal dan ujung ruas jalan kabupaten tersebut berada di titik yang sama dengan jalur alternatif.
Aktivitas kendaraan bertonase besar berdampak langsung pada kerusakan jalan. Kondisi aspal yang rusak dinilai membahayakan, khususnya bagi pengendara sepeda motor. Asmono menyebut kecelakaan tunggal kerap terjadi akibat permukaan jalan yang tidak rata.
“Pengendara motor sering jatuh di titik-titik aspal yang rusak,” ujarnya.
Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum (UPTD PU) Wilayah Sumpiuh mencatat terdapat lebih dari 30 titik kerusakan aspal di sepanjang ruas Kota Sumpiuh. Kerusakan tersebut salah satunya dipicu oleh kendaraan yang melintas melebihi kapasitas kelas jalan.
BACA JUGA:Hindari Anak Sekolah, Truk Muatan Telur Rp105 Juta Terguling di Kemrsnjen Banyumas
Staf Jalan UPTD PU Wilayah Sumpiuh, Sultoni, mengatakan pihaknya telah mulai melakukan penanganan dengan pemeliharaan ringan.
“UPTD sudah mendapatkan pasokan aspal bakar dari dinas, kami lakukan penanganan kerusakan jalan ruas Kota Sumpiuh,” ujarnya di lokasi.
Ruas jalan kabupaten Kota Sumpiuh juga berfungsi sebagai jalur alternatif lalu lintas selatan Jawa Tengah. Oleh karena itu, UPTD PU bergerak cepat agar kerusakan tidak semakin meluas dan tetap aman dilalui masyarakat. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

