Banner v.2

Blanko E-KTP Banyumas Kosong, Warga Diarahkan Gunakan IKD

Blanko E-KTP Banyumas Kosong, Warga Diarahkan Gunakan IKD

Antrean pelayanan kependudukan di Kantor Dindukcapil Banyumas, Selasa (27/1).-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Stok blanko Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) di Kabupaten Banyumas kosong hingga akhir Januari 2026. Kondisi tersebut terjadi akibat pasokan blanko dari pemerintah pusat yang belum tersedia sejak awal tahun.

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Banyumas, Retna Murtiningsih, mengatakan kekosongan blanko E-KTP sudah berlangsung sejak awal 2026. Pihaknya belum dapat memastikan kapan pasokan kembali tersedia karena sepenuhnya bergantung pada distribusi dari pemerintah pusat.

“Kabupaten sebatas mengajukan permohonan kebutuhan blanko E-KTP dengan mempertimbangkan jumlah wajib KTP dan E-KTP yang rusak atau hilang,” kata Retna.

Sebagai solusi sementara, Dindukcapil Banyumas mengarahkan masyarakat untuk memanfaatkan Identitas Kependudukan Digital (IKD). IKD merupakan E-KTP versi digital berbentuk aplikasi di telepon genggam yang memiliki fungsi sama dengan KTP fisik.

BACA JUGA:Purbalingga Dapat Tambahan 1.000 Blanko KTP-el, Antrean Cetak Ditargetkan Menyusut

Namun, Retna mengakui penerapan IKD belum berjalan maksimal. Masih banyak masyarakat yang belum terbiasa dengan layanan digital, terutama pada kelompok usia lanjut.

“Untuk kelompok tertentu seperti lansia juga lebih mengena dengan KTP fisik,” terangnya.

Terkait jumlah blanko E-KTP yang akan diterima Banyumas ke depan, Retna menyebut jumlahnya tidak bisa dipastikan. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pasokan blanko dari pusat kerap tidak sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Dengan kebutuhan E-KTP sampai puluhan ribu, selama ini yang datang pernah hanya di kisaran delapan ribu keping blanko E-KTP,” jelasnya.

BACA JUGA:Modus Validasi IKD Catut Kecamatan Sumpiuh, Warga Nyaris Jadi Korban Penipuan

Blanko E-KTP yang diterima nantinya akan langsung didistribusikan ke kecamatan-kecamatan. Namun, karena jumlahnya terbatas, stok di wilayah kerap cepat habis.

“Blanko yang datang kami distribusikan ke kecamatan-kecamatan. Karena jumlahnya tidak banyak, di wilayah juga cepat habis,” pungkas Retna. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: