Dalam Bahasa Mandarin, cao memiliki arti rumput dan diartikan sebagai rempah di Indonesia. Untuk sao memiliki arti memasak memiliki sebuah arti untuk menunjukkan bahwa peranakan Tiongkok pintar memasak.
Sedangkan du memiliki arti jeroan, perut, dan babat yang asalnya dari hewan berkaki empat seperti kerbau atau sapi. Soto ini asal mulanya memang dimasak dari jeroan sapi atau kerbau.
Tetapi hal ini belum diketahui dengan pasti. Ada juga pendapat mengenai kenapa soto ini dimasak dair jeroan adalah dari kebiasaan orang Kanton memakan jeroan.
BACA JUGA:Soto Kriyik Bu Karisni, Soto Legendaris Purbalingga sejak tahun 60an
BACA JUGA:Berkenalan dengan Kuliner Unik Khas Solo: Soto Kwali Kartosuro yang Ada di Banyumas
Pada saat itu mereka bemigrasi ke Indonesia dan masih membawa budaya memakan jeroan tersebut. Hingga saat ini banyak sekalii orang yang suka untuk makan jeroan.
2. Awal Kuliner Soto dari Kota Semarang Sekitar Abad Ke-19
Soto awal mulaanya berasal dari Kota Semarang sekitar abad ke-19. Karena Semaranga merupakan penghasil daging sapi dengan harga yang murah.
Awalnya resep kuliner soto pada abag ke-19 dan ke-20 tidak dapat diketahui melalui buku resep kuno. Penyebabnya adalah saat itu kuliner soto masih menggunakan bahan jeroan.
Sedangkan orang Belanda tidak menggunakan jeroan sebagai bahan makanan mereka pada saat itu. Pada saat itu kuliner soto sudah sangat melekat dengan bahan jeroan.
BACA JUGA:Raja Soto Sokaraja, Soto Lama H. Suradi - Soto Usia Setengah Abad Khas Purwokerto.
BACA JUGA:Soto Sutri Sokaraja, Sejuta Kenikmatan dalam Semangkuk Soto
Pembeli daging oleh orang Tiongkok juga masih sangat rendah di Jawa. Tetapi pada saat koran Bromartani tahun 1892, bahwa soto sudah diperjualbelikan dan sudah diterima menjadi kuliner sehari-hari.
Setelah itu kuliner soto mulai masuk ke dalam buku resep kuno pada abad ke-20 awal. Dengan nama kuliner soto ajam atau biasa disebut soto ayam.
Kuliner soto pada saat itu menggunakan daging ayam karena tenak daging sapi sangatlah turun. Membuat daging ayam menjadi pengganti protein pada kuliner soto.