Selain itu ia juga berhasil menjadikan Senegal sebagai finalis Piala Afrika 2019 dan juara Piala Afrika di tahun 2022.
BACA JUGA:Menginap di Desa Jadi Rencana Kerja Pj Bupati Banyumas Mulai Bulan Ini
BACA JUGA:Larangan Dua Tahun Berkompetisi di Kancah Sepak Bola Eropa Buat Manchester City Dicabut
Mane merupakan pesepak bola rendah hati yang tidak silau dengan gemerlap dunia. Bahkan gaji yang didapatkannya dialokasikan untuk membangun desanya.
Hal ini ia lakukan sebagai balas budi atas yang dilakukan warga desanya dalam memberikan dukungan baik moral maupun materil kala perintisannya.
Mane menyumbangkan 250 ribu pounds atau sekitar Rp4,5 miliar untuk pembangunan sekolah di Bambali. Saat dunia dihantam pandemi COVID-19 pada tahun 2020, Mane juga membantu pemerintah Senegal.
Tak hanya itu, pada 2021 Mane juga mendanai pembangunan Rumah Sakit di kampung halamannya karena ia menyadari ayahnya dulu meninggal serta jauh dari RS.
Terbaru ia membantu pengadaan alat elektronik di sejumlah sekolah menengah yang ada di Senegal. Sehingga kini desanya mudah menjangkau dunia luar lewat internet dan terjamin kesehatannya.
Kini kalian sudah tahu mengenai kisah Sadio Mane yang sangat inspiratif. Segenap pelajarannya dapat kita ikuti dalam konteks kehidupan masing-masing. (okt/*)