50 Persen Hidran di Cilacap Tidak Berfungsi Optimal, Penanganan Kebakaran Terancam Lambat
Petugas Damkar saat mengecek kondisi hidran di wilayah kota Cilacap.-JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Damkar Cilacap menaruh perhatian serius pada kondisi hidran sebagai sumber air utama dalam penanganan kebakaran. Evaluasi kinerja tahun 2025 menunjukkan masih banyak hidran yang belum berfungsi optimal, sehingga menjadi fokus pembenahan pada tahun 2026.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arif Widodo mengatakan, ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menentukan cepat atau lambatnya penanganan kebakaran di lapangan.
Menurut dia, kendala pada hidran di tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang kembali.
"Kalau berkaca dari pengalaman tahun lalu, sumber daya air menjadi salah satu kendala utama. Hidran adalah tumpuan kami saat pemadaman, jadi harus dipastikan benar-benar siap digunakan," kata Gatot, kemarin.
BACA JUGA:Keterbatasan Pos Damkar di Cilacap, Idealnya 24 Unit Hanya Ada Empat
Di wilayah Cilacap Kota, terdapat 46 titik hidran yang tersebar di sejumlah lokasi. Namun, berdasarkan hasil evaluasi, sekitar 50 persen di antaranya mengalami masalah, baik karena tidak berfungsi maksimal maupun karena persebarannya belum merata di kawasan rawan kebakaran.
Permasalahan hidran juga ditemukan di wilayah distrik. Di Kroya, satu dari tiga titik hidran tidak dapat dimanfaatkan karena tertimbun tanah sehingga katup tidak bisa diakses saat dibutuhkan.
Sementara itu, di Sidareja terdapat lima titik hidran yang masih berfungsi, namun tekanan airnya dinilai kurang untuk mendukung proses pemadaman secara optimal.
Gatot menyebut, kondisi tersebut tentu berdampak pada upaya pemadaman di lapangan, terutama saat terjadi kebakaran berskala besar yang membutuhkan pasokan air dalam jumlah cukup dan berkelanjutan.
BACA JUGA:109 Kasus Kebakaran Terjadi di Cilacap Pada Tahun 2025, Kerugian Mencapai Rp 11,8 Miliar
"Tahun 2026 Damkar Cilacap berupaya melakukan pembenahan secara bertahap dengan berkoordinasi dengan lembaga lain yang bertanggung jawab dengan hidran tersebut," tandasnya.
Harapannya hidran di lokasi-lokasi strategis dapat berfungsi dengan baik, memiliki tekanan air yang memadai, serta siap digunakan selama 24 jam.
"Semoga ke depan hidran tidak lagi menjadi kendala saat kami melakukan pemadaman. Semua harus siap, terutama di titik-titik rawan kebakaran," pungkas Gatot. (jul)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
