Alat-alat Begalan selanjutnya yaitu centhong kayu atau centhong tempurung kelapa. Centhong merupakan simbol introspeksi diri. Diharapkan saat terjadi perselisihan ketika berumah tangga, suami dan istri dapat menyelesaikan perselisihan tersebut dengan baik. Musyawarah sangatlah diutamakan, agar menciptakan keluarga yang sejahtera.
8. Siwur
Alat yang digunakan untuk mengambil air dan terbuat dari tempurung kelapa disebut dengan siwur. Siwur merupakan simbol bagi suami istri agar bisa mengendalikan hawa napsunya dan tidak boleh menabur perasaan cinta atau kasih sayang kepada orang lain.
9. Irus
Alat selanjutnya yang memiliki makna dalam filosofi Begalan Banyumas yang yaitu irus. Alat ini digunakan untuk mengambil ataupun mengaduk sesuatu saat memasak. Irus yang dibuat dari bahan dasar kayu atau tempurung kelapa ini merupakan simbol orang yang telah berumah tangga untuk tidak tergiur ataupun tergoda dengan wanita atau pria lain yang bisa mengakibatkan retaknya rumah tangga.
10. Pari
Pari atau padi memiliki makna bahwa pernikahan diharapkan menjadi media untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Selain itu, pari juga memiliki makna untuk tidak menghamburkan harta yang telah didapatkan ke hal-hal yang tidak penting.
Itulah filosofi Begalan Banyumas yang diterjemahkan melalui alat-alat rumah tangga dalam prosesi pernikahan. Begalan bagi masyarakat Banyumas bukanlah sekadar upacara pernikahan, melainkan perwujudan nilai budaya yang mendalam dan berharga. Melalui alat-alat Begalan tersebut, pesan-pesan ini diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. (amp/*)