Dua Pekan, Dua Kali Longsor di Desa Sirau

Selasa 21-02-2023,14:40 WIB
Reporter : Aditya Wisnu Wardana
Editor : Ali Ibrahim

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga masih belum mengetahui total kerugian yang diakibatkan bencana tanah longsor di Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Senin 20 Februari 2023 lalu.

Kepala BPBD Kabupaten Purbalingga Priyo Satmoko mengaku, pihaknya masih melakukan penghitungan kerugian. "Masib belum kami hitung. Fokus kami adalah melakukan pembersihan material longsor dulu," ujarnya, Selasa, 21 Februari 2023.

Tokoh masyarakat di Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga Hendri Sutrisno mengungkapkan, bencana tanah longsor selalu terjadi di desanya, jika musim penghujan.

BACA JUGA:Miliki 525 Obat Terlarang, Pemuda Asal Tritih Kulon Ditangkap

"Ya, biasa (terjadi bencana tanah longsor)," katanya kepada Radarmas.

Dia menyebutkan, wilayah Desa Sirau merupakan daerah rawan bencana tanah longsor. Jika hujan deras mengguyur wilayab tersebut dalam tempo waktu yang lama dipastikan akan terjadi bencana longsor.

Skalanya mulai dari yang kecil hingga besar. "Warga di Desa Sirau sudah tanggap dengan bencana tanah longsor," lanjutnya.

BACA JUGA:Viral! Seorang Pencuri Helm Terekam CCTV Saat Beraksi di Purwokerto Timur, Ambil 5 Helm Sekaligus

Dalam dua pekan ini, sudah terjadi dua kali bencana tanah longsor. Sebelum terjadi bencana tanah longsor yang terjadi, Selasa, 21 Februari 2023. Bencana serupa juga terjadi pada Rabu, 15 Februari 2023 lalu.

Bencana tanah longsor menutup akses jalan di Desa Sirau. Namun, tak terlalu berdampak besar, karena warga susah tanggap dalam membereskan material longsor yang menutup jalan.

Diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor terjadi di Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Senin, 20 Februari 2023, sore.

BACA JUGA:10 Hari Pertama, Coklit KPU Purbalingga Capai 50 Persen, Begini Penjelasnnya

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga Priyo Satmoko mengatakan, bencana tanah longsor yang diakibatkan hujan lebat sejak pukul 11.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB.

"Akibat kejadian tersebut, dua rumah warga rusak pada bagian teras," kata mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purbalingga ini.

Dia menjelaskan ada sejumlah titik bencana tanah longsor di Desa Sirau. Kejadian pertama di RT 20 RW 6. Di lokasi ini, tebing setinggi 25 meter, longsor mengenai rumah milik Sefurohman, yang dihuni 5 anggota keluarga. 

Kategori :