Banner v.2

26 Kecamatan di Banyumas Rawan Longsor, BPBD Minta Warga Waspada

26 Kecamatan di Banyumas Rawan Longsor, BPBD Minta Warga Waspada

Tanah longsor yang sempat menutup jalan kabupaten di wilayah Gumelar, Banyumas.-WAFI ZAKIYAH/RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Sebanyak 26 kecamatan di Kabupaten Banyumas berpotensi terdampak gerakan tanah atau tanah longsor selama Maret 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan seiring meningkatnya curah hujan.

Peringatan tersebut mengacu pada informasi dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah terkait potensi gerakan tanah. Data tersebut disusun berdasarkan peta kerentanan bencana serta prakiraan curah hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis mengatakan sebagian besar wilayah Banyumas masuk kategori potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi. Risiko tersebut terutama meningkat saat curah hujan berada di atas normal.

"Berdasarkan pemetaan dari Badan Geologi dan prakiraan curah hujan dari BMKG, beberapa wilayah di Banyumas memiliki potensi gerakan tanah menengah sampai tinggi, terutama saat curah hujan meningkat," ujarnya.

BACA JUGA:39 Keluarga Korban Longsor Cibeunying Cilacap Segera Tempati Huntara

Adapun kecamatan yang masuk dalam zona potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi antara lain Ajibarang, Banyumas, Baturraden, Cilongok, Gumelar, Jatilawang, Kalibagor, Karanglewas, Kebasen, Kedungbanteng, Kemranjen, Lumbir, Patikraja, Pekuncen, Purwojati, Purwokerto Barat, Purwokerto Selatan, Purwokerto Timur, Purwokerto Utara, Rawalo, Sokaraja, Somagede, Sumbang, Sumpiuh, Tambak, dan Wangon.

Selain longsor, beberapa wilayah juga berpotensi mengalami bencana turunan seperti banjir bandang dan aliran bahan rombakan. Daerah seperti Baturraden, Kedungbanteng, dan Sumbang dinilai memiliki kerentanan lebih tinggi jika hujan deras terjadi dalam durasi lama.

BPBD Banyumas meminta pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tersebut. Langkah antisipasi dinilai penting untuk mengurangi risiko kerugian akibat longsor.

"Camat, lurah, kepala desa dan masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi potensi gerakan tanah, terutama ketika curah hujan berada di atas normal," tambahnya.

BACA JUGA:Tebing Setinggi 7 Meter Longsor Ancam Warga Sempor Kebumen

Masyarakat juga diminta segera melapor jika menemukan tanda awal longsor di sekitar tempat tinggal. Tanda tersebut antara lain munculnya retakan tanah, pohon atau tiang miring, serta perubahan aliran air di lereng. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: