Banner v.2

Dishub Banyumas Jaga Ketertiban Jalan Vihara, Pengawasan Diperpanjang Sebulan

Dishub Banyumas Jaga Ketertiban Jalan Vihara, Pengawasan Diperpanjang Sebulan

Personil Dishub Banyumas masih ditugaskan terkait pengawasan ketertiban Jalan Vihara paska penertiban pedagang di luar Pasar Wage bulan lalu.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas masih melakukan pengawasan ketertiban di Jalan Vihara pasca penataan pedagang di luar Pasar Wage pada Maret lalu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi tetap tertib setelah relokasi aktivitas perdagangan.

Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishub Banyumas, Tomi Luqman Hakim, S.STP., M.A.P, mengatakan pengawasan masih melibatkan empat personel di lokasi tersebut. Jumlah itu merupakan bagian dari total 20 personel yang disiagakan.

"Dari 20 personil, empat bertugas di Jalan Vihara," katanya. Ia menyebut pengawasan akan diperpanjang hingga sekitar satu bulan ke depan.

Tomi menjelaskan bahwa pengawasan difokuskan pada jam-jam rawan aktivitas perdagangan. Petugas mulai berjaga sejak tengah malam hingga menjelang pagi hari.

BACA JUGA:Barikade Dipasang di Jalan Vihara Purwokerto, Antisipasi Pedagang Kembali Berjualan

Pada waktu tersebut, aktivitas pedagang biasanya mulai meningkat. Oleh karena itu, kehadiran petugas dinilai penting untuk menjaga ketertiban kawasan.

Pengawasan tidak dilakukan oleh Dishub saja. Kegiatan ini juga melibatkan Satpol PP dan petugas dari Pasar Wage.

"Alhamdulillah tertib. Kalau ada pedagang mereka jualan mobile dengan gerobak atau sepeda. Tidak menetap," terang dia. Ia menegaskan tidak ada lagi pedagang yang berjualan secara permanen di lokasi tersebut.

Selain pengawasan personel, penataan fisik juga dilakukan di sepanjang Jalan Vihara. Upaya ini bertujuan membatasi ruang bagi pedagang agar tidak menggunakan bahu jalan.

BACA JUGA:Penataan Jalan Vihara Dimulai, 244 Pedagang Masuk Pasar Wage Purwokerto

Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Banyumas, Oktavia Yulianto, S.E, menjelaskan bahwa pihaknya telah memasang sejumlah pembatas. Fasilitas tersebut berupa barrier beton dan traffic cone.

Di lokasi dipasang enam barrier beton dan lima traffic cone. Jumlah tersebut dapat ditambah sesuai kondisi di lapangan.

Barrier dan traffic cone ditempatkan untuk membatasi area berjualan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus ketertiban kawasan.

"Barrier diikat satu sama lain sebagai pembatas oleh OPD terkait. Dropping dari kami," pungkasnya. Ia memastikan penataan dilakukan secara terkoordinasi antar instansi. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: