Alat Nikuba (istimewa)
JAKARTA - Alat Niku Banyu alias Nikuba ramai diperbincangkan masyarakat beberapa pekan terakhir.
Masih banyak orang yang tak percaya jika alat ini bekerja secara 100 persen.
Aryanto Misel adalah pria asal Kabupaten Cirebon yang menemukan sekaligus perancang alat cukup fenomenal ini.
Nikuba diklaim dapat mengubah air menjadi hidrogen sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar tanpa minyak pada kendaraan.
Salah seorang reporter, Aiman Witjaksono mencoba mengulik fenomena nikuba belakangan ini.
Aiman mendatangi langsung kediaman Aryanto Misel di sebuah Desa di Kabupaten Cirebon. Saat tiba di rumah Aryanto, Aiman mendapat sambutan hangat.
Setelah diizinkan masuk, ia langsung mendapati sepeda motor milik dua orang prajurit TNI yang sudah dipasangkan alat Nikuba.
Dalam penjelasannya, Aryanto Misel bilang bahwa alat Nikuba ini membutuhkan katalis yang berguna untuk memecah atau memisahkan H2o menjadi bahan bakar hidrogen.
Alat Nikuba (istimewa)
"Ini juga berkat katalis. Katalisnya bukan pada umumnya orang pakai. Jadi saya membuat katalisnya, katalis sendiri. Katalis itu untuk memudahkan dan memecah H2o tadi. Ada prosesnya," terang Aryanto.
Selain itu, air yang digunakan untuk bahan bakar pada alat Nikuba ini bukan air sembarangan.
Ia menjelaskan, air yang digunakan harus terbebas dari kandungan logam berat. Jadi memang bukan 100 persen air biasa atau air dari sumur langsung dapat digunakan.
"Air itu, harus air yang sudah terbebas dari kandungan logam," ujar Aryanto.
"Air murni?" timpal Aiman.
Aryanto menyebut air murni yang dapat digunakan sebagai bahan bakar hidrogen ini adalah air kemasan yang bisa diminum.
"Jadi air murni yang sudah dibersihkan dulu logam-logamnya?" lanjut Aiman.
Alat Nikuba (istimewa)
"Iya betul, logam berat dipisahkan, baru bisa digunakan untuk ini (menunjuk alat Nikuba)," jelas Aryanto.
Lalu Aiman mempertegas, air untuk campuran baterai atau aki juga bisa digunakan pada alat Nikuba. "Iya bisa juga," jelas Aryanto Misel.
Lalu Aiman juga berargumentasi bahwa air murni yang sudah berporses dari hasil Reserve Omosis juga dapat digunakan pada alat Nikuba.
"Iya betul, RO," singkat Aryanto.
Kata Aryanto, air biasa juga bisa digunakan. Hanya saja Aryanto Misel menyebut hal tersebut akan membuat penumpukan logam-logam berat dan dapat menjadi lumpur.
"Sebenarnya bisa, cuman nanti setelah dia (air biasa) terbakar oleh anoda dan katoda, sisa logamnya tadi ngumpul di sini, menjadi lumpur dan macet.
"Empat minggu lalu sebelum puasa, itu saya coba pakai Mio dari Cirebon ke Semarang, balik lagi. Itu kurang lebih 450 km. Habis persis pas ngisi satu liter penuh ini.
Alat Nikuba (istimewa)
"Beneran?" timpal Aiman.
Alat Nikuba ini juga sudah dipasang di motor trail yang biasa digunakan oleh seorang Babinsa atau Prajurit TNI bernama Sutami itu.
Ia mengaku baru menggunakan 100 ml air alias satu gelas air untuk sepeda motor ini.
Selama pemakaian lebih dari dua minggu, Prajurit TNI itu mengaku belum mengisi kembali karena masih ada sisa.
Mendengar hal tersebut, sang presenter cukup terkejut.
Lalu ia memastikan bahwa sepeda motor ini menggunakan air sebagai bahan bakar.
Sebab, sepeda motor yang sudah terpasang alat Nikuba itu masih menggunakan tangki bahan bakar di depan.
Tangki tersebut juga terisi bahan bakar minyak (BBM) dengan kran bensin ditutup.
Aryanto Misel menerangkan, bensin minyak tersebut tetap digunakan untuk berjaga-jaga sebagai bahan bakar cadangan.
Alat Nikuba (istimewa)
"Khawatirnya, barang kali alat Nikubanya ada trouble dan jangan sampai mendorong, gitu, ya.
"Nah ini (kran bensin) baru dibuka sebagai back up bensin," jelas Aryanto.
Aiman kembali meyakinkan prajurit TNI tersebut bahwa ia benar-benar menggunakan alat Nikuba sebagai suplai bahan bakar dari air.
"Nggak, nggak pakai bensin. Sementara tidak ada kendala," jawab Sutami.
Penasaran dengan inovasi tersebut, Aiman lalu meminta izin meminjam untuk mencoba sepeda motor dengan bahan bakar air tersebut. (disway/ali)