Tak Perlu Merantau, Banjarnegara Segera Punya Institut Agama Islam
Silaturahmi dan sosialisasi terkait rencana pembuka kampus baru di Banjarnegara.-Genusa untuk Radarmas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Akses pendidikan tinggi di Kabupaten Banjarnegara berpeluang semakin luas. Sebuah perguruan tinggi baru berbasis keagamaan tengah disiapkan, yaitu Institut Agama Islam Banjarnegara yang digagas oleh Universitas Islam An Nur Lampung.
Rencana tersebut disampaikan langsung Rektor Universitas Islam An Nur Lampung, Andi Warsino saat sosialisasi di Kampus Putri Pondok Pesantren Pondok Pesantren Darul Mukhlasin, Semampir, Banjarnegara, Senin (30/3/2026).
Kegiatan itu dihadiri puluhan calon dosen dan calon mahasiswa yang tertarik dengan program pendidikan yang ditawarkan.
Andi menjelaskan, kampus baru tersebut dirancang agar masyarakat Banjarnegara memiliki pilihan melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus keluar daerah.
BACA JUGA:Kemenag RI Dapat Penghargaan Popular Government Institutions Award 2025
“Kami ingin membuka akses pendidikan seluas-luasnya. Biaya kuliah kami rancang terjangkau, tapi kualitas tetap menjadi prioritas,” kata Andi.
Rencananya, Institut Agama Islam Banjarnegara akan membuka empat program studi, yakni Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Anak Usia Dini, Manajemen Pendidikan Islam, serta Hukum Keluarga Islam. Sistem perkuliahan akan menggunakan metode hybrid, menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka.
Skema tersebut dipilih agar mahasiswa yang memiliki keterbatasan waktu atau jarak, tetap bisa mengikuti perkuliahan secara fleksibel.
Dia juga menegaskan, standar akademik tetap diberlakukan ketat meskipun biaya kuliah dirancang lebih terjangkau.
BACA JUGA:Mahasiswa PAI Fakultas Agama Islam UMP Raih Juara 1 Tilawah di Jambore Kokam Jateng 2025
“Setiap semester minimal 12 kali pertemuan harus diikuti. Semua tes wajib dijalani, baik daring maupun luring. Tanpa itu, mahasiswa tidak bisa lulus,” ujarnya.
Andi memastikan, legalitas pendidikan tetap menjadi perhatian utama. Dia menyebut, ijazah dari program tersebut akan diakui secara resmi.
“Bagi PNS tidak perlu khawatir. Program ini legal dan ijazahnya diakui oleh Badan Kepegawaian Negara,” katanya.
Rencana pendirian kampus baru ini disambut positif oleh pimpinan Pondok Pesantren Darul Mukhlasin, Puji Raharjo. Dia menilai, kehadiran perguruan tinggi baru menjadi peluang meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
