Penanganan Longsor Di Kediri, Direncanakan Gunakan Anggaran BTT

Senin 14-11-2022,15:04 WIB
Reporter : Aam Juni Restino
Editor : Tangkas Pamuji


Petani menunggui tanaman padinya di areal persawahan Desa Karanganyar, Patikraja (14/11/2022). Sekitar 30 hektar tanaman padi di area persawahan Desa Karanganyar Patikraja terancam puso, bila jebolnya irigasi utama di Desa Kediri Karanglewas.-Foto Dimas Prabowo / Radar Banyumas -

"Itu irigasi utama Kedungwuluh Lor,  Kidul, Karanganyar, Notog," kata dia. 

BACA JUGA:Begini Kronologi Dugaan Keracunan Siswa Madrasah di Sumpiuh, Polisi Kumpulkan Bukti

Ia menambahkan, saat ini musim tanam baru saja dimulai. Baru satu bulan. 

"Ada 70 ubin, mengandalkan hujan," ujarnya. 

Sementara itu, Jasman (59) Karanganyar Patikraja pemilik kolam ikan turut terdampak dengan longsornya saluran irigasi tersebut.

BACA JUGA:Penanganan Tebing Tergerus di Majenang Belum Permanen

Bahkan ia sudah berhitung kerugian yang ia dapat. 


Debit air di igasi Desa Karanganyar Patikraja mulai mulai berkurang drastis, dampak dari jebol dan putusnya saluran irigasi di Desa Kediri Karanglewas.-Foto Dimas Prabowo / Radar Banyumas -

"Dijual cepat karena tidak bisa mengairi, dampak irigasi jebol. Rugi ratusan ribu rupiah 40 kilo cuma jadi 50 seharusnya 100 kilo lebih," pungkas. 

Dampak Longsor, Sejumlah Akses Jalan Rusak dan Putus di Banyumas 

Diberitakan sebelumnya, longsor  tersebut menyebabkan saluran irigasi dan ruas jalan Kediri - Karanganyar rusak.

Tingginya intensitas hujan yang terjadi pada Minggu (13/11) kemarin.

Menyebabkan longsor terjadi pada 22 titik ditempat Kecamatan di Banyumas. 

BACA JUGA: Ini Permen Penyebab Dugaan Keracunan

Akibatnya sejumlah akses jalan rusak serta terputus akibat peristiwa longsor itu. 

Tags :
Kategori :

Terkait