Menuju Era Modern, PGRI Banjarnegara Siap Berbenah Menuju Organisasi Lebih Mandiri
Ketua Departemen Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Pendidikan PB PGRI, James Frans Tomasow, saat memaparkan materi seminar di Rumah Guru PGRI Banjarnegara.-PGRI Banjarnegara untuk Radarmas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didorong melakukan perubahan besar, agar mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Organisasi profesi guru itu harus dilakukan, untuk bertransformasi jika ingin tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua Departemen Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Pengurus Besar PGRI, James Frans Tomasow, saat menjadi narasumber seminar di Rumah Guru PGRI Banjarnegara, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan itu diikuti puluhan pengurus PGRI serta Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Kabupaten Banjarnegara.
BACA JUGA:PGRI Serahkan Bantuan Tunai dan Logistik untuk Penyintas Longsor Dusun Situkung
James menegaskan, kepemimpinan di tubuh PGRI tidak cukup hanya mengelola organisasi atau sekolah. Menurutnya, pengurus PGRI harus mampu membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan.
“Tantangan pendidikan abad ke-21 tidak bisa dijawab dengan pendekatan abad ke-20, apalagi abad sebelumnya. Pemimpin PGRI harus mampu membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan relevan dengan perkembangan zaman,” kata James.
Dia mengakui, hingga saat ini masih terdapat lembaga pendidikan di bawah naungan PGRI yang mempertahankan pola pengelolaan lama. Menurutnya, perubahan harus segera dilakukan dengan pendekatan berbasis data serta komitmen yang konsisten.
“Kalau sudah berkomitmen untuk bertransformasi, harus terus melangkah maju. Jangan kembali ke cara lama. Transformasi memang sering membutuhkan ketegasan,” ujarnya.
BACA JUGA:PGRI Banjarnegara Dukung Program Makanan Bergizi Gratis, Soroti Kualitas dan Pengawasan di Lapangan
Dalam kesempatan tersebut, James juga menyerahkan bantuan perangkat podcast pada PGRI Banjarnegara. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi karena PGRI Banjarnegara tercatat sebagai daerah dengan jumlah peserta terbanyak dalam Diklat daring Guru Indonesia Maraton Belajar (Gemar).
Sementara itu, Ketua PGRI Banjarnegara, Heling Suhono mengatakan, kegiatan seminar tersebut menjadi momentum penting bagi organisasinya untuk melakukan pembenahan. PGRI Banjarnegara mulai menerapkan pola pengelolaan organisasi yang lebih tertib dan inovatif.
“Kami berupaya menerapkan tata kelola yang lebih tertata dan mendorong inovasi organisasi. Selain itu, kami juga sudah membentuk koperasi yang tinggal dijalankan,” kata Heling.
Menurutnya, penguatan sektor usaha menjadi langkah strategis agar PGRI tidak sepenuhnya bergantung pada iuran anggota. Dia juga menargetkan sekolah-sekolah di bawah naungan PGRI mampu berkembang menjadi sekolah unggulan yang dipercaya masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

