Kualifikasi Euro 2020
BELFAST - Jerman punya tradisi bagus menghadapi Irlandia Utara. Tapi duel di Windsor Park, Belfast dinihari nanti tidak akan mudah lagi bagi Der Panzer, julukan Jerman. Sejarah pertemuan kedua negara menunjukkan superioritas Jerman. Dari 10 duel sebelumnya, juara Piala Dunia 2014 itu meraih tujuh kemenangan dan tak sekalipun pernah tersentuh kekalahan.
Bahkan, kemenangan-kemenangan itu bisa diraih Jerman dengan mudah di Belfast. Pada lima lawatan di ibu kota Irlandia Utara tersebut, raksasa Eropa itu memenangi empat pertandingan dengan mencetak 14 gol dan hanya kebobolan empat kali.
Namun, itu masa lalu. Dan sejarah pertemuan itu harus mereka lupakan kalau tidak ingin malu. Sebab, tuan rumah kini jauh lebih siap. Selain itu, Jerman juga tengah dalam tekanan menyusul hasil buruk di matchday keempat.
Pada pertandingan di Volksparkstadion, Hamburg, Sabtu lalu, anak asuh Joachim Loew dihajar tamunya, Belanda, dengan skor 2-4. Pada laga tersebut, Jerman bermain sangat buruk dan dibuat kepayahan oleh Virgil van Dijk dkk.
Pelatih Jerman, Joachim Loew menegaskan, hasil itu sangat mengecewakan dirinya. "Kita tidak pernah benar-benar masuk ke zona berbahaya di depan. Kami memainkan banyak bola pada Manuel Neuer," tegas Loew di situs resmi DFB.
Niklas Sule menambahkan, setelah hasil memalukan itu, mereka wajib bangkit di Belfast. "Kami sekarang harus menganalisis apa yang perlu kami lakukan dengan lebih baik. Untungnya, kami masih memiliki segalanya di kualifikasi Piala Eropa," kata bek Bayern Munchen tersebut.
Laga ini tidak akan mudah. Kalau Belanda bisa membuat pemain Jerman keletihan bermain 90 menit, skuat muda Michael O'Neill juga bisa melakukannya. Makanya, Green White Army yang memenangi empat laga awal dan belum terkalahkan sepanjang 2019 sangat percaya diri.
ONeill menjelaskan, laga kontra Jerman ini merupakan tantangan besar mereka. Karena itu, ia berharap energi besar bisa diberikan pemainnya. "Kami memiliki lebih banyak energi di kaki daripada yang pernah kami miliki sebelumnya. Para pemain muda telah memberi kami itu. Saya tidak akan mengatakan kita lebih kuat tetapi kita memiliki potensi menjadi lebih kuat," jelasnya di Sky Sports.
Bagi ONeill yang meloloskan Norn Iron untuk kali pertama dalam 34 tahun ke putaran final Piala Eropa 2016 silam, secara khusus menantang skuatnya. Ia mengatakan, laga kontra Jerman dan Belanda di Grup C adalah peluang untuk menunjukkan level mereka. (amr)