Juventus 4-3 Napoli-Bak Roller Coaster di Turin

Senin 02-09-2019,15:45 WIB

MENYESAL: Pemain Napoli, Koulibaly nampak cukup menyesal usai mencetak gol bunuh diri saat melawan Juventus.ISTIMEWA TURIN - Il Grande Partita antara Juventus dan Napoli di Turin berakhir dramatis. Laga menegangkan laiknya roller coaster dimenangkan Si Nyonya Tua berkat bunuh diri Kalidou Koulibaly di injury time. Tuan rumah seolah-olah akan memenangkan pertandingan dengan mudah setelah Danilo serta Gonzalo Higuain menjebol gawang Napoli di menit ke-16 dan 19'. Keyakinan fan tuan rumah akan tiga angka makin besar ketika Cristiano Ronaldo memperlebar jarak menjadi 3-0 di menit ke-62. Akan tetapi, Napoli menunjukkan comeback luar biasa di Allinaz Stadium, dinihari kemarin. Gol-gol Kostas Manolas, Hirving Lozano, serta Giovanni Di Lorenzo di menit ke-66, 68', dan 81' membuat situasi seperti akan berbalik. Namun, dari skema bola mati yang sama sekali tidak berbahaya, Koulibaly mengubah ketegangan Bianconeri menjadi sebuah pesta kemenangan. Tanpa gangguan sama sekali, sang bek yang bermaksud melakukan clearance malah menjebol gawang sendiri di menit ke-92. "Wow. Itu adalah roller coaster. Mereka mencetak dua gol dengan sangat cepat dan itu seharusnya tidak boleh terjadi. Kami kehilangan kendali atas permainan dan terganggu, sehingga mereka berhasil menyamakan kedudukan. Untungnya pada akhirnya kami masih menang," kata Higuain kepada Sky Sport Italia. Kemenangan ini menjadi modal bagus bagi Juventus dalam usaha mereka meraih scudetto kesembilan secara beruntun. Meski demikian, dengan gampangnya mereka kebobolan tiga gol, El Pipita--julukan Higuain--memastikan mereka harus melakukan sejumlah perbaikan. Hal senada dilontarkan Asisten Pelatih Juventus, Giovanni Martusciello, yang kembali menggantikan peran Maurizio Sarri yang masih dalam proses pemulihan penyakit radang paru-paru. Martusciello menyebut Juve terlalu cepat puas setelah unggul 3-0. "Kami mengalami penurunan fisik setelah satu jam. Anda bisa kebobolan, tetapi tidak jebol tiga gol dalam 16 menit. Mungkin kami merasa puas dengan unggul 3-0 dan membiarkan Napoli membalas," ujar Martusciello kepada Sky Sport Italia. Bek anyar Juve, Matthijs de Ligt, yang diturunkan sebagai starter menggantikan Giorgio Chiellini yang cedera menjadi salah satu titik lemah di pertandingan besar ini. Mantan kapten Ajax tersebut terlihat tampil gugup dan dua gol Napoli sangat jelas lahir dari kesalahannya. "De Ligt masih sedikit ketinggalan dalam hal mempelajari gerakan dan menjadi bagian dari unit pertahanan. Dia tiba di liga yang sulit seperti Serie A dari tim yang sangat berbeda," jelas Martusciello. Di kubu Napoli, tragedi di Turin ini membuat mereka amat kecewa. "Kita bisa bersaing, tetapi kita menyia-nyiakan kesempatan. Itu benar-benar mengecewakan," sesal Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti. Pelatih yang akrab disapa Don Carletto itu secara khusus mengkritik barisan pertahanannya yang sebelumnya juga jebol tiga kali di markas Fiorentina. Menurutnya, kemasukan tujuh gol dalam dua laga menunjukkan ketidaksiapan mereka menggalang pertahanan secara bersama-sama. (amr)

Tags :
Kategori :

Terkait