Jogja Raya Lewat PHRI DIJ Berharap Wisata Pantai Segera Dibuka

Senin 18-10-2021,12:39 WIB

Foto Radar Jogja JOGJA – DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ meminta kepada pemerintah untuk segera membuka destinasi wisata pantai. Pembukaan destinasi wisata pantai dinilai bisa sangat membantu menaikkan okupansi hotel dan restoran di Provinsi DIJ. PHRI melihat selama ini pantai bisa dikatakan sebagai salah satu daya tarik utama wisata di DIJ. “Kalau dari kami mengusulkan paling tidak ada satu destinasi wisata pantai di DIJ yang bisa dibuka,” kata Ketua PHRI DIJ Deddy Pranowo Eryono kemarin (17/10) Pembukaan destinasi wisata pantai juga bisa memperpanjang length of stay atau lama kunjungan wisatawan saat berada di DIJ. https://radarbanyumas.co.id/wisata-dieng-kembali-tutup-500-umkm-terdampak-wisatawan-kecewa/ “Sebagian besar untuk wisatawan, khususnya yang menengah ke bawah, kan yang banyak diminati pantai. Setelah mengunjungi pantai, biasanya banyak yang menginap di hotel,” terangnya. Sejauh ini terlebih dalam penerapan aturan PPKM berlevel masih belum ada destinasi wisata pantai yang diperbolehkan menerima kunjungan wisatawan. Di DIJ sendiri baru ada tujuh destinasi wisata yang sudah diperbolehkan melakukan uji coba pembukaan secara terbatas. Ke-7 itu adalah Kebun Binatang Gembira Loka, Tebing Breksi Prambanan, Kawasan Candi Boko, Hutan Pinus Mangunan, Hutan Pinus Pengger Bantul, Seribu Batu Bantul, dan Merapi Park Sleman. Jika usulan tersebut bisa diterima, Deddy berharap kemudian pantai-pantai yang berada di Gunungkidul bisa menjadi prioritas uji coba. Dengan sejumlah pertimbangan, salah satunya mengenai pemberlakukan putar balik yang hingga saat ini masih diterapkan. “Banyak kemudian anggota PHRI di DIJ, khususnya di Gunungkidul, yang batal menerima kunjungan wisatawan. Mereka kesulitan karena tamu-tamunya terpaksa harus putar balik,” ungkapnya. Deddy meyakini kegiatan berwisata di pantai akan tetap aman dengan sejumlah persyaratan dan penerapan protokol kesehatan yang dijalankan secara ketat. Termasuk penggunakan aplikasi PeduliLindungi hingga syarat sudah mendapatkan vaksinasi. Mengenai kendala jaringan internet dalam mengakses aplikasi PeduliLindungi, Deddy menyatakan tetap bisa disiasati dengan hal lain. Satu di antaranya dengan memanfaatkan kartu vaksin sebagai bukti jaminan kesehatan para wisatawan. (kur/laz/radarjogja/ttg)

Tags :
Kategori :

Terkait