Mutiara Ramadan: Bulan Ramadan, Bulan Membakar

Rabu 08-06-2016,10:57 WIB

Alhamdulillah kita bersyukur pada tahun ini Ramadan 1437 H kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menjalankannya. Sebagai umat Islam yang mengetahui keutamaan bulan yang penuh berkah ini, sungguh kita tidak pantas kalau menganggap bulan Ramadan sekedar bulan ke sembilan di dalam sistem kalender hijriah atau sekedar bulan yang berlalu begitu saja. Bulan Ramadan sendiri dalam arti harfiahnya adalah panas. Abu Zakaria Yahya Al Nawawi, seorang mufassir Arab yang hidup pada tahun 621-676 H mengartikan Ramadan dengan makna terik dan membakar. Hal ini dilandasi bahwa pada zaman Jahiliyah, kalendar Arab memaknai sistem peredaran Matahari, sehingga datangnya bulan relatif sama pada tiap tahunnya. Ramadan yang merupakan bulan ke sembilan, selalu datang pada musim panas yang terik. Hari-hari di bulan ini, juga selalu sangat panas. Seperti di Indonesia, yang sistem kalendernya memakai basis peredaran Matahari, maka bulan Januari juga selalu dihiasi hujan sehari-hari. Perubahan sistem kalender ini sungguh karunia yang luar biasa. Orang Islam di belahan dunia manapun bisa menikmati bulan Puasa yang kadang datang di musim dingin, kadang datang di musim panas yang sangat terik. Walau begitu, nama Ramadan sebagai bulan ke sembilan itu tetap dipertahannkan, karena hakekat bulan Ramadan tetaplah sama, yaitu membakar. Bukan lagi terik matahari yang membakar kulit kepala, namun bisa dimaknai sebagai panas yang membakar semua dosa umat yang beriman. Orang yang dosanya terbakar habis di Bulan Ramadan adalah mereka yang bisa memaksimalkan bulan Suci ini dengan sungguh-sungguh. Yaitu orang yang menjalankan puasa wajib secara ikhlas selama satu bulan penuh. Sebagai orang yang beriman yang sudah mengetahui keutamaan bulan suci ini, kita tenty merasa bahagia jika bulan Ramadan tahun ini masih menyertai kita. Karena kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, maka sudah seharusnya kesempatan ini kita gunakan dengan sepenuh hati. Karena sungguh celakalah manusia apabila diberi kesempatan bertemu dengan bulan Ramadan, namun tidak ada kebaikan yang membekas dalam hidupnya ketika bulan iitu sudah berlalu. Kita patut bersyukur diberi kesempatan untuk membakar semua dosa yang selama ini kita tumpuk, dengan diberi kesempatan sebagai tanda Allah SWT sayang kepada kita. Semoga dengan menjalankan ibadah puasa Ramadan tahun ini, semua dosa kita akan terhapus dan kita dapat meraih kemenangan serta menjadi orang yang beruntung bahagia di dunia dan di akherat kelak. Amin. Rasikun SPdI Imam Masjid At Taqwa Ajibarang

Tags :
Kategori :

Terkait