LIVERPOOL-Liverpool akan ditantang Leicester City di pekan kedelapan Premier League, malam nanti. Tidak boleh ada kesalahan benteng pertahanan jika The Reds ingin melanjutkan rekor 100 persennya.
Performa sektor bek memang menjadi sorotan utama menjelang duel di Anfield. Itu setelah penampilan buruk mereka menghadapi klub Austria, Salzburg pada Liga Champions. Saat itu Liverpool kebobolan tiga gol yang membuat mereka nyaris kehilangan dua poin di kandang.
Manajer Liverpool, Juergen Klopp, yang memainkan Joe Gomez untuk mendampingi Virgil van Dijk di sektor bek tengah menegaskan, laga kontra Salzburg itu mesti menjadi pelajaran bagi anak asuhnya. Ia mewanti-wanti timnya segera berbenah diri.
Peringatan Klopp penting, mengingat tim tamu memulai musim dengan luar biasa. Pada tujuh laga awal, mereka bisa mengalahkan Tottenham Hotspur dan mengimbangi Chelsea di London. Teranyar, mereka menghajar Newcastle United lima gol tanpa balas untuk naik ke posisi ketiga.
Tokoh sentral di balik sukses itu adalah bomber 32 tahun, Jamie Vardy. Mantan penyerang timnas Inggris itu sejauh ini sudah melesakkan lima gol. Luar biasanya, kelima gol itu ia cetak hanya dari tujuh tembakan. Kalau keropos lagi, Vardy bisa menjadi mimpi buruk mereka.
Klopp mengatakan, Leicester juga jelas sudah mempelajari penampilan mereka dan akan berusaha memanfaatkan setiap kesalahan Liverpool. "Saya yakin Brendan Rodgers berpikir jika kita bertahan seperti ini, mungkin Jamie Vardy akan melewati kiper lima kali dan mencetak gol," ujar Klopp di Foxes of Leicester.
Van Dijk yang banyak disorot setelah dengan gampang dilewati pemain Salzburg menegaskan, mereka tidak boleh panik hanya lantaran satu performa buruk. Ia juga secara khusus berjanji akan kembali menggalang pertahanan bagus untuk Si Merah yang kini unggul lima angka di atas Manchester City.
"Kami hanya perlu santai, melihat apa yang bisa diperbaiki. Kami akan menganalisisnya. Kami harus percaya diri dan terus melakukan apa yang kita lakukan," tegasnya di Liverpool Echo.
Tampil hebat pada awal musim, Leicester percaya diri kali ini bisa mengakhiri rentetan delapan lawatan tanpa kemenangan di Anfield. "Kami hanya ingin melanjutkan level kinerja kami. Tidak peduli siapa lawannya," kata sang manajer, Brendan Rodgers di AFP.
Meski begitu, Rodgers yang kembali ke Anfield untuk pertama kalinya setelah dipecat Liverpool 2015 silam memastikan ini akan jadi laga sulit. Liverpool berada di jalur yang luar biasa. Mereka lawan yang hebat untuk menguji dan menantang kualitas tim kami, tuturnya.
Bek Leicester, Ben Chilwell, berusaha memprovokasi rekannya untuk habis-habisan demi Rodgers. "Setiap manajer yang kembali ke stadion lama, ingin mendapatkan kemenangan. Akan menyenangkan pergi ke sana dan memberikan kinerja bagus untuk bos," ujarnya di Sky Sports.
Liverpool yang memenangi 16 laga Premier League secara beruntun sejak musim lalu masih tidak bisa diperkuat Nathaniel Clyne dan Xherdan Shaqiri. Kiper Alisson Becker sudah kembali berlatih, namun kemungkinan belum turun sebagai starter bersama bek Joel Matip. Di kubu The Foxes, mereka tanpa Matty James dan masih harus menunggu perkembangan James Maddison. (amr)